Press "Enter" to skip to content

Khofifah Bentuk Covid-19 Hunter, Tim Pemburu PDP dan OTG

Gubernur Khofifah Indar Parawansa membentuk tim Covid-19 Hunter untuk memburu para Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Tujuan dibentuknya tim Hunter ini untu mendeteksi lebih banyak kasus Covid-19 di Jawa Timur.
Tim Hunter ini langsung bekerja dengan menggelar tes massal untuk rapid test hingga tes swab.

LIMA DAERAH

Tim ini akan mulai berjalan di lima daerah yaitu di Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik, dan juga Bangkalan. Yang kemudian juga akan dilanjutkan di Nganjuk, Lamongan Madiun, Jember dan Probolinggo.

“Daerah ini dipilih karena di sana jumlah PDP dan OTG-nya mencapai lebih dari 50 persen,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (5/6/2020).

Baca juga  Munas Forjim Kukuhkan Jurnalis Muslim sebagai Agen Perubahan

ISOLASI

Pemprov Jatim juga akan bekerja sama dengan kabupaten atau kota setempat. Sedangkan siapa saja yang akan mengikuti tes massal akan ditentukan oleh kabupaten kota tersebut.

“Ketika mereka sudah di rapid test dan reaktif maka akan langsung diswab. Harapannya ini akan melakukan efektivitas dari pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19,” papar Khofifah.

Jika swabnya positif, baik PDP dan OTG ini akan langsung diisolasi. Jika mereka memiliki gejala ringan hingga berat, akan langsung dirawat di rumah sakit.

Seperti diketahui, per Kamis malam ada tambahan 123 kasus positif covid-19 baru di Jatim. Sehingga total jumlah kasus di Jatim ada sebanyak 5.406 kasus dan yang masih dalam perawatan ada sebanyak 3.724 orang.

Baca juga  Pertemuan Online, Dibalik Sukses Aisyiyah Bagikan 619 Paket Sembako

Pasien sembuh bertambah 116 pasien. Tambahan pasien yang sembuh ini tercatat cukup banyak dengan total 1.207 atau 22,33%. Sedangkan untuk tambahan kasus yang meninggal ada sebanyak 10 orang, sehingga jumlah pasien COVID-19 Jatim yang meninggal ada sebanyak 447 orang atau setara dengan 8,27%.

Sementara jumlah PDP Jatim ada 7.009 kasus dan yang masih dalam pengawasan sebanyak 3.294 orang. Untuk ODP ada 25.173 kasus dan yang masih dipantau ada sebanyak 3.490 orang.

“Yang juga harus menjadi perhatian adalah jumlah kasus OTG Jatim ada sebanyak 19.366 orang. Padahal saat ini OTG memiliki potensi terkonfirmasi positif Covid-19 sebesar 35 persen,” tandas Khofifah. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *