Press "Enter" to skip to content

Masyarakat Produktif: Aman dari Covid 19

Oleh:
Amirsyah tambunan*)

Ditengah pandemi Covid 19 dunia memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2020. Para memimpin dan masyarakat mempunyai tanggung menjalankan instrumen kepemimpinan yang penting agar digunakan untuk kemaslahatan bangsa.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan serta mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Peringatan harus dipandang sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan.

MASYARAKAT PRODUKTIF

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kebijakan tersebut telah mendapat respons baik oleh para pemimpin daerah di 102 kabupaten/kota,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Doni mengatakan pelaksanaan program masyarakat produktif yang aman dari Covid-19 akan berlaku bagi daerah yang berada di zona hijau dan tidak terdapat kasus Covid-19. Para pimpinan daerah di wilayah tersebut akan diberikan kewenangan untuk memulai prakondisi sehingga kondisi menjadi aman dan bebas Covid.

Selanjutnya, para pimpinan daerah mengupayakan persiapan dengan seksama dan membangun komunikasi dengan semua kelompok masyarakat serta bergotong royong sebelum menjalankan kegiatan masyarakat produktif yang aman dari Covid-19.

“Hingga saat ini laju peningkatan kasus di beberapa daerah sudah bisa ditekan, meskipun di beberapa daerah lainnya masih belum maksimal,” tuturnya.

Menurut Doni, pelaksanaan masyarakat produktif yang aman dari Covid-19 harus dilakukan secara terencana dengan memperhatikan beberapa hal, meliputi waktu yang tepat, sektor yang diprioritaskan, koordinasi yang ketat antara pusat dan daerah, serta pemantauan dan penilaian.

Baca juga  UN Dihapus, Muhammadiyah Siap Beri Masukan Sistim Pendidikan

ISLAM AGAMA MENJAGA LINGKUNGAN

Agama Islam yang kaffah ini telah melarang segala bentuk pengrusakan terhadap alam sekitar, baik pengrusakan secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan langsung seperti polusi udara melalui pabrik, mobil yang menimbulkan polusi.

Kaum muslimin, harus menjadi contoh terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar. Oleh karena itu, seyogyanya setiap Muslim memahami landasan-landasan pelestarian lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat manusia sebagai pemikul amanah untuk menghuni bumi.

Allâh telah melarang perbuatan merusak lingkungan hidup karena bisa membahayakan kehidupan manusia di muka bumi. Karena bumi yang kita tempati ini adalah milik Allâh dan kita hanya diamanahkan untuk menempatinya sampai pada batas waktu yang telah Allâh tetapkan.

Oleh karena itu, manusia tidak boleh rakus, tamak, mengeksplorasi alam tanpa memikirkan akibat yang muncul. Allâh berfirman :

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِلْعَالَمِينَ

Artinya Iulah ayat-ayat Allah Azza wa Jalla. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar dan tiadalah Allâh berkehendak untuk menganiaya hamba-hambaNya. [Ali Imrân/3:108]

Ayat Allah terdapat di alam (quniyah) seperti air, api, udara diciltakan Allah untuk kepentingan manusia. Allah menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Alam ini merupakan sarana bagi manusia untuk melaksanakan tugas pokok mereka yang merupakan tujuan diciptakan jin dan manusia. Alam adalah tempat beribadah hanya kepada Allâh semata. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Baca juga  Kronologi Pelarungan 3 Jenazah ABK WNI di Kapal China

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: (Yaitu) Orang-orang yang mengingat Allâh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [Ali Imrân/3:191]

Syariat Islam sangat memperhatikan kelestarian alam lingkungan, meskipun dalam jihâd fi sabîlillah.

Kaum muslimin tidak diperbolehkan membakar dan menebangi pohon tanpa alasan dan keperluan yang jelas. Kerusakan alam dan lingkungan hidup yang kita saksikan sekarang ini merupakan akibat dari perbuatan umat manusia. Allâh menyebutkan firmanNya : ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [ar-Rûm/30:41]

Ibnu Katsîr rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, “Zaid bin Râfi’ berkata, ‘Telah nampak kerusakan,’ maksudnya hujan tidak turun di daratan yang mengakibatkan paceklik dan di lautan yang menimpa kehidupan manusia.

Baca juga  Kemenag dan PBNU Bantah Kesepakatan Bendera Tauhid

Oleh sebab itu untuk mengatasi ketahanan pangan di era Covid 19 bangsa Indonesia harus produktif memanfatkan lahan pertanian menanam tumbuhan yang cepat panen seperi sayuran, buah buahan, ternak, dll.

PROYEK PERCONTOHAN

Masyarakat harus berani melangkah membuat projek percontohan di mana lahan tidur (belum digarap) baik di prdesaan maupun perkotaan masih banyak yang belum di manfaatkan.

Muhammadiyah sebagai organisasi pembaharu harus tampil sebagai pelopor, pelangsung cita cita pendiri bangsa. Kebetulan penulis di amanahkan sebagai Ketua Tim untuk menangani tanah 57 Ha di Jonggol Kabupaten Bogor. Saat ini proses tanah wakaf dari mas Sutrisno tengah di lakukan agar secara de facto dan de jure dapat di manfaatkan agar lebih produktif untuk kepentingan umat dan bangsa.

Aman dari Covid 19 harus menerapkan protokol kesehatan dengan moto 4 sehat 5 sempurna. Yakni, membiasakan pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak fisik (fisical distancing), olah raga (istirahat cukup dan jangan panik), makan makan bergizi dan halal.

Semoga di era Covid 19 cita cita mulia ini dapat terwujud Aamin.

*) Penulis adalah Wakil ketua Majelis Wakaf PP Muhammadiyah dan Dosen Pascasarjana FAI UMJ Jakarta.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *