Press "Enter" to skip to content

Kemendikbud Tak Mau Gegabah Buka Sekolah di Zona Hijau Corona

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak serta-merta membuka sekolah yang berada di wilayah zona hijau penyebaran virus corona (Covid-19). Pembukaan sekolah dilakukan hati-hati dan mengikuti protokol kesehatan.


“Pembukaan kembali sekolah di wilayah zona hijau tidak serta-merta dibuka, tetapi akan dilakukan dengan sangat hati-hati, dan tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Evy Mulyani dalam keterangan tertulis, Ahad (7/6).

GANDENG GUGUS TUGAS
Evy mengatakan pembukaan sekolah, khususnya di wilayah zona hijau, akan dibahas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sementara terkait dengan protokol kesehatan di bidang pendidikan akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan.


“Misalnya sebuah sekolah berada di zona hijau, tetapi berdasarkan penilaian keseluruhan prosedur dan syarat, ternyata tidak layak untuk dibuka kembali. Tentu ini harus tetap menjalankan pendidikan jarak jauh,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Evy, pihaknya masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Tahun Ajaran baru 2020/2021 di sejumlah sekolah yang berada di zona merah dan kuning penyebaran virus corona.

Baca juga  Tambah 286, Jatim tetap Terbanyak Penambahan Corona Baru


“Saat ini model pembelajaran jarak jauh akan menjadi pilihan utama, sehingga bagi sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan tiga bulan terakhir,” katanya. vy mengatakan pembukaan sekolah, khususnya di wilayah zona hijau, akan dibahas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sementara terkait dengan protokol kesehatan di bidang pendidikan akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan.


“Misalnya sebuah sekolah berada di zona hijau, tetapi berdasarkan penilaian keseluruhan prosedur dan syarat, ternyata tidak layak untuk dibuka kembali. Tentu ini harus tetap menjalankan pendidikan jarak jauh,” ujarnya.

PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Di sisi lain, kata Evy, pihaknya masih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Tahun Ajaran baru 2020/2021 di sejumlah sekolah yang berada di zona merah dan kuning penyebaran virus corona,

Baca juga  Kunjungi RS Dr Soetomo Surabaya, Menkes Evaluasi Protokol Kesehatan


“Saat ini model pembelajaran jarak jauh akan menjadi pilihan utama, sehingga bagi sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan tiga bulan terakhir,” katanya.


Evy mengatakan Kemendikbud telah merekomendasikan 23 situs pembelajaran yang bisa digunakan para siswa dalam sistem PJJ tersebut. Selain itu, para siswa juga bisa memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan oleh Kemendikbud, antara lain program belajar dari rumah melalui TVRI, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak, serta alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *