Press "Enter" to skip to content

Dinkes Malang akan Survei Ponpes, Pastikan Santri Tidak Berdempetan

Jelang beraktifitasnya kembali pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memberikan syarat khusus. Salah satunya adalah memenuhi rasio santri per kamar. Tujuannya, jangan sampai santri berdempet-dempetan sehingga tidak mematuhi protokol penerapan physical distancing.


“Kami akan survei ke pondok pesantren untuk pemenuhan kamar, rasionya berapa. Per kamar untuk berapa santri. Jangan sampai nanti physical distancing-nya tidak dijalankan oleh pesantren baik saat pembelajaran maupun saat di kamar,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, Ahad (7/6).

CARIKAN SOLUSI
Pria yang juga Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan Kota Malang ini menambahkan, Dinkes juga akan mengecek luas bangunan. “Kami lihat dulu luasnya, luas kamar seperti apa. Baru nanti disesuaikan dengan santri yang akan ada di pesantren itu berapa. Kemudian apa yang harus dilakukan oleh ponpes untuk memenuhi persyaratan agar memenuhi syarat untuk pendidikan dan tempat tinggal santri,” papar Husnul.

Baca juga  India Lanjutkan Lockdown Tahap 2.0


Jika dinilai tak memenuhi syarat, Husnul mengatakan, Dinkes sendiri yang akan memberikan solusi kepada pihak Ponpes. Salah satu contoh solusinya adalah menjadikan beberapa ruang kelas yang bisa dijadikan tempat istirahat santri.


“Itu salah satu solusinya, atau pondok punya solusi tersendiri. Mungkin disamping-samping pondok itu ada rumah-rumah masyarakat yang bisa dijadikan tempat. Itu kan bisa dilakukan,” ujar dia.

RAPID TEST
Untuk realisasi ini, lanjut Husnul, Dinkes berharap peran serta Satgas Covid-19 yang juga ada di masing-masing Ponpes untuk pengawasan internal. Tim Satgas dan Dinkes tetap akan melakukan supervisi untuk melihat sejauh mana efektivitas satgas tersebut.


Satgas Ponpes ini diberi tugas untuk mengawasi Ponpes 24 jam. Termasuk pengawasan kegiatan belajar mengajar wajib di pagi hari, pengawasan di kamar tinggal, dan pengawasan perilaku hidup bersih dan sehat kepada setiap santri.

Baca juga  Jaringan Teror Mengincar Guru


Selain soal kamar, Husnul mengatakan, kesepakatan rapid test untuk santri yang diketahui suhu badan di atas 37,5 derajat sudah disetujui Pemkot Malang. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *