Press "Enter" to skip to content

Meski Digelar, Haji Tahun ini hanya Diikuti 500 Ribu Jamaah

Arab Saudi kemungkinan bakal tetap membolehkan ibadah haji dilakukan tahun ini. Namun, jumlah jemaah akan dikurangi secara drastis.


Hal itu dilakukan demi menekan penyebaran wabah virus corona (COVID-19) yang sudah menginfeksi lebih dari 100.000 orang di negara itu. Ini diutarakan sumber yang dekat dengan persoalan ini, sebagaimana diutarakan Reuters, Senin (8/9).


“Pihak berwenang sekarang ini sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan hanya segelintir orang (untuk pergi berhaji) tahun ini, dengan (menerapkan) pembatasan termasuk larangan (haji untuk) jamaah yang lebih tua dan pemeriksaan kesehatan tambahan,” kata sumber tersebut.


“Dengan prosedur yang ketat, pihak berwenang berpikir mungkin untuk membiarkan hingga 20% dari kuota jamaah reguler masing-masing negara.”

Baca juga  Penganiaya Novel 1 Tahun, Bahar Bin Smith 6 Tahun, Masuk Akalkah?


Jamaah haji tahun lalu berjumlah 2,5 juta orang. Kalau hanya diperbolehkan 20 persen maka jamaah hanya yang diperbolehkan melaksnakan ibadah haji hanya sekitar 500 ribu jamaah.


Namun, sumber-sumber itu juga mengatakan bahwa sebagian pejabat masih mendesak untuk membatalkan ibadah haji tahun ini. Sebelumnya pada bulan Maret, Saudi telah meminta umat Muslim untuk menunda rencana haji dan menangguhkan umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.


Dalam setahun, biasanya ada sekitar 2,5 juta peziarah yang datang mengunjungi situs-situs Islam paling suci di Mekah dan Madinah untuk menjalankan ibadah haji. Menurut data resmi, kerajaan bisa menghasilkan sekitar US$ 12 miliar per tahun dari ibadah haji dan umrah sepanjang tahun.

Baca juga  Muhammadiyah Bakal Gugat Pemerintah Jika Kasus Covid-19 Meningkat Usai Pilkada


Sebelumnya pada 2019, ada sekitar 19 juta peziarah yang menjalani umrah dan 2,6 juta orang yang melakukan ibadah haji. (01)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *