Press "Enter" to skip to content

BNPT Bandingkan Bahaya Virus Corona dan Virus Radikalisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menjelaskan perbedaan bahaya virus Corona (COVID-19) dan virus radikalisme. Menurutnya, virus radikalisme menyerang alam pikiran.

“Yang terpenting adalah memberikan perlindungan masyarakat kita, perlindungan bangsa kita dari virus juga, virus yang merusak alam pikiran. Inilah beda virus dari COVID dengan virus radikalisme, dia merusak alam pikiran. Alam pikiran generasi muda ini harus kita jaga,” kata Boy menjelaskan ancaman radikalisme, Rabu (10/6/2020).

MENYERANG ALAM PIKIRAN

Diharapkan, di situasi pandemi COVID ini, bahaya virus radikalisme tidak menyerang alam pikiran anak muda Indonesia. BNPT tengah berupaya menangkal potensi adanya ancaman radikalisme.

“Jangan sampai, saat pandemi COVID, pihak-pihak yang mereka memang punya tujuan merusak alam pikiran anak muda kita ini bisa dengan leluasa. Daripada itu, kita terus berusaha keras mengeliminasi potensi-potensi ancaman yang selama kita tidak dapat bergerak, berpikir destruktif, menyerukan perlawanan-perlawanan meskipun mereka tidak di sini,” jelasnya.

Baca juga  Mulai 1 November, Arab Saudi Izinkan 10 Ribu Jamaah Umrah dalam Satu Minggu

Untuk itu Boy meminta masyarakat tetap menjaga diri dari bahaya radikalisme selama masa pandemi Corona ini.

“Kewaspadaan masyarakat harus kita tumbuh-kembangkan dalam mengantisipasi COVID-19 dan virus-virus radikalisme yang ada dalam masyarakat kita,” tegasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *