Press "Enter" to skip to content

Khofifah Izinkan Pesantren Beraktivitas Lagi, Ini Syaratnya

Mulai hari ini, Senin (15/6), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sejumlah pondok pesantren di seluruh Jatim sudah bisa kembali buka dan memanggil seluruh santrinya secara bertahap.

Ia menyebutkan syarat utama pondok pesantren bisa menggelar kembali aktivitas pendidikannya ialah penerapan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

TAAT PROTOKOL

Keputusan itu termaktub dalam Surat Gubernur Jatim bernomor 188/3344/101.1/2020 tertanggal 29 Mei 2020 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Jatim dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

“Jadwal kembalinya santri ke pondok pesantren dapat dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kesiapan pondok pesantren masing-masing untuk menerapkan protokol kesehatan dengan mentaati sepenuhnya hasil koordinasi pengelola pondok pesantren dengan pemerintah kabupaten/kota dan Forkompimda setempat,” kata Khofifah, Ahad (14/6).

Baca juga  Demi Cegah Corona, Mal Yang Nekad Buka Akan Dicabut Izinnya

PRINSIP HATI-HATI

Namun demikian, ia menerangkan bahwa proses kembalinya santri ke pondok pesantren harus dilakukan secara hati-hati dengan menjadikan kaidah hifdzun nafs atau keselamatan jiwa dan raga sebagai prinsip utama, melalui penerapan sepenuhnya protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud, kata Khofifah, berpedoman pada Keputusan Mendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah setempat. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *