Press "Enter" to skip to content

Khofifah Sesalkan Rendahnya Kepatuhan Masyarakat Surabaya Raya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyesalkan tingkat kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya rendah.

Hal ini diungkapkan saat kondisi tingginya kasus Corona (COVID-19) di Surabaya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tempat umum.

ABAI PROTOKOL KESEHATAN

Berdasarkan survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya, di tempat ibadah, hanya 30% masyarakat yang menggunakan masker. Sisanya, sebanyak 70% abai akan protokol kesehatan.

“Situasi kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya, tempat ibadah masjid, pura, gereja masih ada 70% yang tidak menggunakan masker. Kemudian mereka 84% mereka tidak physical distancing,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam (24/6/2020).

Baca juga  AMPHURI Jatim Imbau CJH Ikuti Manasik Haji Online

TAK GUNAKAN MASKER

Selain itu Khofifah menyebut pasar tradisional jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker meningkat hingga 84%. Hal ini juga terjadi di tempat nongkrong, di mana ada 88% tak menggunakan masker.

“Pasar tradisional 92,8% buka, 84% tidak menggunakan masker, 89% tidak physical distancing. Lalu kita lihat bagaimana tempat cangkrukan, warung, saya lihat 88% mereka tidak menggunakan masker dan 89% mereka tidak physical distancing. Ini hasil dari IKA FKM Unair,” paparnya.

Padahal, lanjut Khofifah, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang digelar selama tiga jilid di Surabaya Raya telah menemui secercah harapan. Rate of transmission (RT) di Surabaya Raya sempat singgah di bawah 1.

Baca juga  Kisah Sahabat, yang Ingin Miskin tapi Gagal Terus

“Kami ingin menyampaikan bahwa PSBB Surabaya Raya itu sudah sempat sukses kalau dari sisi RT di bawah 1. Jadi pada tanggal 20 sampai tanggal 26 Mei sesungguhnya sudah tepat di bawah 1,” ungkapnya.

Ini hanya berselang beberapa hari. Khofifah menyebut kini RT di Surabaya Raya kembali naik seiring dengan pertumbuhan kasusnya.

“Kami mendapat imbauan secara khusus dari gugus tugas pusat agar menyarankan kepada masyarakat supaya silaturahminya secara online, itu sudah kami lakukan dan kemudian kita lihat silaturahmi tetap dilakukan secara masif. Maka tanggal 27 ada kenaikan lagi dan seterusnya,” tegasnya. Bagus

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *