Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah meminta masyarakat Jatim waspada di lingkungan pasar dan tempat kerja.
Sebab, pasar dan tempat kerja menjadi klaster yang harus diwaspadai dan penularannya makin tinggi.
“Di Jatim, pasar menyumbang 31 klaster dengan 199 kasus, sementara tempat kerja menyumbang 20 klaster dengan 272 kasus,” ungkapnya, Rabu (15/7/2020).
SULIT JAGA JARAK
Dia menduga angka kasus dalam klaster tersebut bisa bertambah jika dilakukan pemeriksaan laboratorium kepada warga setempat atau pedagang, terutama untuk klaster pasar tradisional.
“Pasar ini potensi penularannya luar biasa, klaster pasar ada 199 kasus, bisa jadi karena belum semuanya diperiksa, saya ingatkan lagi, pasar ini tinggi penularannya karena sulit menjaga jarak,” ucapnya.
Kemudian untuk klaster di tempat kerja, jika dibandingkan dengan klaster pasar angka kasus di klaster ini lebih tinggi, yakni 272 kasus. Dewi mengartikan kondisi ini sebagai penularan yang lebih tinggi.
“Di tempat kerja ada 20 klaster sampai 272 kasus, lebih tinggi dari pasar secara jumlah kasus tapi klasternya lebih sedikit, artinya penularannya lebih tinggi,” jelasnya. Bagus






