Ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, hari Selasa (04/08). Kementerian Kesehatan Libanon mengungkapkan ledakan itu menewaskan paling tidak 78 orang dan mencederai empat ribu lainnya. Korban diyakini akan terus bertambah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan ada satu orang warga negara Indonesia yang luka namun kondisi sudah stabil.
WNI tersebut adalah seorang perempuan asal Bali, Ni Nengah Erawati. Ia mengalami luka ringan akibat ledakan dahsyat kemarin menggoyang Ibu Kota Beirut, Libanon.
“Luka sudah dijahit oleh dokter di rumah sakit,” kata Duta Besar Indonesia untuk Libanon Hajriyanto Tohari Rabu (5/8) pagi ini. Dia menambahkan Ni Nengah sudah kembali ke apartemennya, tempat dia tinggal bareng empat warga Indonesia lainnya, di kawasan Jal al-Dib, Beirut.
Hajriyanto mengungkapkan Ni Nengah bekerja di Spa Bali di Kimantra, Jal al-Dib.
Menurut dia, staf Kedutaan Besar Republik Indoensia (KBRI) di Beirut sudah berkomunikasi dengan Ni Nengah melalui telepon video. “Kondisinya stabil, bisa berbicara, dan berjalan,” ujar Hajriyanto. ym






