Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) membenarkan varian mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang dinamakan D614G sudah masuk di beberapa kota Indonesia, mulai dari Surabaya hingga Jakarta.
MUTASI
Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan D614G ditemukan setelah mengurutkan sekuens genom utuh atau Whole Genome Sequencing (WGS) virus SARS-CoV-2 dari Indonesia.
“Mutasi tersebut terdeteksi berdasarkan hasil WGS yang sudah di-submit ke GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data),” ujar Wien, Senin (31/8/2020).
Berdasarkan data yang terdapat pada GISAID, Wien membeberkan sudah ada minimal 8 hasil WGS yang menunjukkan mutasi D614G di Indonesia. Wien merinci, dua mutasi D614G ditemukan di Surabaya sejak April 2020.
Kemudian, dua mutasi D614G di D.I. Yogyakarta, dua di Bandung, dan dua dari LIPI berdasarkan sampel dari Tangerang dan Jakarta.
MUDAH MENGINFEKSI
Wien menyebut deteksi mutasi tersebut dapat pula dilakukan targeted sequencing atau RT-PCR yang dapat mendeteksi keberadaan mutasi tersebut. Namun, dia berkata primer dan probe harus didisain untuk tujuan tersebut.
Lebih lanjut, Wien menjelaskan virus D614G diperkirakan memang lebih mudah menginfeksi sel. Dia menduga hal itu karena lebih mudah berikatan dengan reseptornya ACE2, serta lebih mudah fusi dengan membran sel dan kemudian masuk ke dalam sel.
“Namun hal tersebut baru ditunjukkan berdasarkan hasil eksperimen di laboratorium, belum berbasis proses infeksi alaminya,” tegas dia. Bagus












