Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kabinet paripurna yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020) berpesan supaya kasus aktif COVID-19 semakin ditekan. Menurut Jokowi, beberapa di negara Eropa belakangan mengalami lonjakan kasus gelombang kedua. Untuk itu dia menekankan untuk tidak teledor agar kasus Corona bisa terus ditekan.
“Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” ujar Jokowi.
Jokowi juga mneyampaikan, kasus aktif-kesembuhan dari virus Corona di Indonesia berada di angka 13,78 persen dan di bawah rata-rata dunia, yaitu 25,22 persen.
“Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen. Rata-rata dunia, kasus aktifnya 25,22 persen. Ini yang terus ditekan, sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi,” ujar Jokowi.
PERSENTASE KESEMBUHAN
Diakses dari situs covid19.go.id, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per Minggu (1/11) sebesar 56.899. Total kasus kumulatif sebesar 412.784. Sedangkan, total angka kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia sebesar 341.942. Dengan begitu, persentase kesembuhan mencapai 82,48 persen.
Jokowi mengatakan, persentase kesembuhan Covid-19 di Indonesia di atas rata-rata global, yaitu 72 persen. Jokowi berpesan supaya capaian ini terus diperbaiki.
“Kita sekarang di angka 82,84 persen. Rata-rata dunia 72 persen. Jadi, angka kesembuhan kita juga lebih baik. Ini agar juga diperbaiki lagi,” kata Jokowi.
ANGKA KEMATIAN
Namun untuk angka kematian akibat Corona, masih menjadi perhatian Jokowi. Pasalnya angka kematian di Indonesia akibat covid-19 masih tinggi. Jokowi menyebut persentase kasus meninggal di RI berada di angka 3,38 persen.
“Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian, atau kasus meninggal di Indonesia, itu kita masih di angka 3,38 persen, rata-rata dunia berada di angka 2,5 persen,” ujar Jokowi.
Jokowi ingin kasus meninggal di RI menjadi perhatian khusus. Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penyakit menular ini.
“Ini yang patut untuk menjadi perhatian kita semuanya. Dan yang berkaitan dengan Covid saya ingin menekankan sekali lagi hati-hati,” jelas Jokowi. Ym












