Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan catatan kenaikan kasus ini seharusnya dapat menekan niat masyarakat memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru 2021 nanti.
BAHAYAKAN PELAKU PERJALANAN
Menurutnya libur panjang tercatat memicu kenaikan angka penularan Covid-19. SatgasCovid19 menyebutkan mobilitas penduduk ketika libur panjang ini membahayakan pelaku perjalanan karena tidak ada yang tahu dari mana COVID-19 berasal.
Lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan mengingat lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di isolasi maupun ruang ICU, di mana di beberapa daerah kapasitasnya sudah di atas 70 persen terisi,” sebut Wiku, Senin (21/12/2020).
Dampak kenaikan kasus, kata Wiku, adalah bertambahnya tugas penanganan dari para petugas kesehatan, bertambahnya potensi penularan, serta bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19.
Pemerintah, kata dia, syarat testing bagi pelaku perjalanan menggunakan tes swab antigen. Tes ini diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh Badan Kesehatan Internasional (WHO).
“Satgas menyadari beberapa bagian dari peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Tapi masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus COVID-19,” tegas Wiku. Bagus












