by

Permudahlah Jangan Dipersulit

Bismillah
Saudaraku, setiap kita pasti mendapat posisi tertentu dalam kehidupan sosial. Apakah sebagai owner perusahaan, kepala bagian, kepala kantor, kepala divisi, kepala rumah tangga atau yang lainnya. Yang jelas, setiap kita adalah pemimpin kata Rasulullah. Dan setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

PESAN RASULULLAH
Berkaitan dengan kepemimpinan tersebut,
Rasullah shallallahu alaihi wasallam telah berpesan kepada Abu Musa dan Mu’ad bin Jabal tatkala mengutus keduanya ke Yaman.
يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلاَ تَخْتَلِفَا (رواه البخاري ومسلم)
“Mudahkanlah, janganlah mempersulit, gembirakanlah dan jangan membikin manusia lari (dari kebenaran) dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
Saudaraku, pesan pertama Rasulullah kepada seorang pemimpin adalah permudah jangan dipersulit.
Namun kalau kita lihat fenomena di sekeliling kita, kadang dibalik. Kemudian ada istilah, Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Kalau bisa lama, kenapa dipercepat.
Karena itu dalam masalah hubungan kerja, Rasulullah sampai memerintahkan seseorang untuk tidak menahan hak dari karyawannya dengan mengatakan, “berikanlah upahnya sebelum keringatnya kering”.
Pada jaman sekarang ini untuk mendapatkan sesuatu agar bisa lebih cepat akan dimintai lagi tambahan biaya. Banyak urusan yang seharusnya mudah, dibikin sulit dan rumit agar keluar biaya tambahan. Pemimpin yang sering mempersulit urusan orang lain seperti ini yang didoakan Rasulullah agar urusannya juga dipersulit Allah SWT.
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Baca juga  DR H NUR ARIFIN, M.Pd, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI: Ikhlas Menjadi Kunci Sukses

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.(HR. Muslim dan Ahmad)

GEMBIRAKAN MEREKA
Kemudian perintah kedua Rasulullah kepada para pemimpin adalah agar menggembirakan dan memberi kabar gembira kepada orang lain yang dipimpinnya. Jangan sampai justru membuat suasana menakutkan sehingga mereka lari dari kebenaran.
Jadi seorang pemimpin harus menjaga dan menciptakan suasana kerja yang harmonis serta bekerja dalam suasana senang dan gembira. Bekerja yang tidak dalam tekanan, tentu hasilnya lebih maksimal.
Selanjutnya perintah Rasulullah ketiga kepada para pimpinan adalah harus menciptakan suasana kerja yang dilandasi dengan saling tolong dan membantu satu sama lain, serta berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari perselisihan. Dalam Alquran juga disebutkan bahwa kita diperintahkan untuk saling bekerjasama dan membantu dalam kebaikan.
“…وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ
“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…( QS Al Maidah ayat 2)
Seorang pemimpin diperintahkan untuk membentuk tim work yang baik dan kompak dengan saling bantu dan menolong satu sama lain dan berupaya semaksimal mungkin agar menghindarkan diri perselisihan dengan sesama. Karena dengan berselisih paham itu akan menguras energi secara sia sia. Sebagaimana peribahasa yang sudah lama kita kenal, Bersatu kita teguh, bercerai kita akan runtuh.
Semoga bermanfaat..

Baca juga  DR H NUR ARIFIN, M.Pd, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI: Ikhlas Menjadi Kunci Sukses

Sabtu 23 Juli 2021
Nur Cahya Hadi, direktur majalahnurani.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed