by

Mengapa Nabi Melarang Banyak Bicara & Tertawa

Bismillah…
Saudaraku, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah melarang umatnya terlalu banyak bicara dan banyak tertawa. Dikatakan oleh Rasulullah bahwa keduanya bisa membuat hati menjadi keras atau mati. Dan hati yang keras atau mati akan menjauhkan hamba dari Tuhannya.
Karena itu Rasulullah memerintahkan kita kalau tidak ada kepentingan yang urgent lebih kita diam.
Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam,” (HR. Muslim, Baihaqi).

BANYAK BICARA
Rasulullah minta kepada umatnya agar tidak terlalu banyak bicara dan ngobrol yang tidak ada manfaatnya. Sebagaimana sabdanya:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْ اللَّهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي
Dari Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Janganlah kalian banyak bicara selain berdzikir kepada Allah, karena banyak bicara selain berdzikir kepada Allah membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang berhati keras.” (HR Tirmidzi).
Banyak bicara akan hati menjadi bebal. Sebab, semakin banyak bicara, kemungkinan akan semakin banyak salah.
Sayangnya, masyarakat kita memiliki budaya lebih banyak bicara. Bahkan bicara yang negatif, dari ghibah, gosip, mengolok-olok dan menertawakan orang lain menjadi sesuatu yang biasa. Bahkan program hiburan di TV selalu diisi oleh hal-hal tersebut.
Bahkan Rasulullah juga secara khusus melarang ngobrol setelah Isyak yang sekarang sedang menjadi budaya di negeri kita.
Sabda Rasulullah:
عن أَبِي بَرْزَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا‏

Baca juga  Polri Bersinergi dengan BEM dan OKP Gelar Vaksinasi Merdeka se-Indonesia

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

BANYAK TERTAWA
Selain banyak bicara, penyakit kita adalah banyak tertawa. Tertawa bukan hal yang dilarang. Rasulullah sendiri pernah tertawa namun itu dilakukan sewajarnya.
Senang, bahagia dan tersenyum gembira tidak dilarang. Malah banyak tersenyum dianjurkan oleh Rasulullah karena itu mendatangkan pahala. Namun kalau terlalu banyak tertawa, Sendau gurau dan Hura Hura yang tidak ada manfaatnya maka itu dilarang.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi dan Ibnu Majah)

Baca juga  Wakapolda Jatim Bagikan Sembako On The Spot di Kota Pahlawan

MENGOBATI HATI KERAS
Sudah kita ketahui bersama yang membuat hati keras dan mati adalah terlalu banyak bicara, terlalu banyak tertawa dan terlalu banyak dosa. Bagaimana mengobati hati yang sudah terlanjur keras dan mati? Maka Rasulullah memiliki resep yang luar biasa. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان)
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air.” Beliau ditanya “Wahai Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?” Rasulullah saw. bersabda, “Memperbanyak mengingat maut dan membaca al Qur’an.” (Hr. Baihaqi)

Baca juga  Soal Marak Penyerangan Ustad, MUI Minta Polisi Bekerja Terbuka

Setiap orang memiliki masa lalu, memiliki dosa, khilaf yang membuat hati menjadi berkarat atau bahkan keras dan mati. Maka untuk menyembuhkannya kita diperintahkan untuk banyak mengingat mati dan membaca alquran. Mengingat mati membuat kita sadar bahwa kita perlu bekal pasca kematian. Dan banyak membaca Alquran akan membuat kita mendapat hidayah dan hati menjadi lebih tenang.
Semoga bermanfaat.

Surabaya, Senin 2 Agustus 2021
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalahnurani.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed