Ada usulan agar khutbah Jum’at dipersingkat hanya 15 menit diamini oleh PP Muhammadiyah dan PBNU.
PBNU menilai durasi 15 menit lebih dari cukup.
“Mempertimbangkan rukun khotbah, saya kira 15 menit merupakan waktu yang lebih dari cukup,” ujar Ketua PBNU Robikin Emhas.
“Lebih dari itu, tidak berpanjang-panjang khotbah merupakan sunnah Nabi,” tambahnya.
Robikin menjelaskan ada banyak faedah yang dapat diambil dari khotbah durasi 15 menit. Jemaah dinilai lebih menyimak materi khotbah.
“Faedah dari hal itu antara lain jamaah bisa fokus menyimak materi khotbah yang disampaikan khotib,” pungkas Robikin.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjelaskan tujuan mempersingkat durasi khotbah bukan untuk mencegah jemaah mengantuk, tapi memang sunah nabi.
“Kalau sesuai dengan hadis, khotbah Jumat memang harus singkat. Panjangnya sama dengan salat. Di banyak negara, khotbah juga sangat singkat,” papar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, saat ini sudah banyak masjid yang membatasi durasi khotbah. Dia melihat durasi khotbah bukan faktor yang menyebabkan jemaah mengantuk.
“Sekarang sudah banyak masjid yang khotbahnya hanya 10 menit, atau maksimal 15-20 menit. Biasanya ditulis di mimbar atau disampaikan oleh takmir secara langsung kepada khatib,” sebutnya.(01)






