by

Menanti Kejelasan PPKM, Pedagang Kopi: Pak Luhut Mohon Jangan Diperpanjang

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 berakhir pada hari ini, Senin (9/8). Namun belum ada kepastian dari Pemerintah apakah PPKM level akan dilanjutkan, ataukah berakhir? Lantas bagaimana tanggapan para pedagang?

Haiz Najah

Haiz Najah, pedagang warung kopi di daerah Pasar Pucang, Surabaya berharap agar PPKM diakhiri saja. Pasalnya, sejak adanya PPKM ini, warungnya sangat sepi pelanggan.

“Pendapatan turun 80 persen sejak PPKM. Sangat susah,” keluhnya diwawancarai, Senin (9/8).

Dia juga berharap agar aparat bisa humanis ketika mengingatkan para pedagang. Artinya, jangan sampai bentrok dengan pedagang. Haiz menyesalkan lantaran aparat semena-mena dalam menerapkan PPKM.

“Mereka (aparat) tidak merasakan seperti apa yang kita rasakan. Kesulitan cari makan,” sambungnya.

Baca juga  Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

Untuk itu, dia meminta agar PPKM tak diperpanjang.
“Mohon Pak Jokowi, Pak Luhut, PPKM jangan diperpanjang,” harapnya.

Haiz juga mengaku bantuan Pemerintah juga kurang merata. Hingga saat ini pun dirinya tak menerima bantuan dari pemerintah selama PPKM.

“Ya Alhamdulillah enggak dapat. Meski kurang buat sehari-hari. Bersyukur saja masih sehat. Cuman kok enggak merata bantuannya Pemerintah,” ungkapnya.

TERPAKSA TUTUP

Sementara Sita, pedagang nasi bebek di pinggir jalan Kalidami meminta agar Pemerintah tak melanjutkan PPKM. Lebih dari itu, stand yang untuk berjualan di malam hari juga terpaksa tutup.

“Kalau enggak tutup, kursi meja diangkut. Mau gimana lagi. Saya jualannya cuma malam hari. Kalau gini kan saya enggak dapat duit,” keluhnya.

Baca juga  6 Ribu Lebih Warga Surabaya Ajukan Bansos Melalui Aplikasi, Pemkot Siapkan Paket Bantuan

Beda lagi dengan Evi pedagang kaki lima di daerah Mulyosari. Dia bersikeras tetap jualan selama PPKM. Dia juga bersyukur lantaran jarang ada aparat yang patroli di daerahnya. Jikapun ada, Evi tetap berjualan.

“Saya dapat duit cuma dari jualan nasi. Lah kalau saya tutup, terus ga ada bantuan, saya makan apa. Anak saya makan apa?” tegasnya. Bagus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed