by

BOR RS Rujukan Covid di Jabar Hanya 34 Persen

Jabar menjadi daerah yang tingkat keterisian (BOR) Rumah Sakit rujukan Covid-19 sangat berkurang signifikan. Bahkan saat hanya hanya tinggal 34 persen. Zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) juga berkurang drastis. Saat ini, 92 persen wilayah di Jabar telah turun ke zona oranye (risiko sedang).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan saat ini kasus COVID-19 di Jabar telah turun secara signifikan.
“Kedaruratan kita sudah turun gunung. Hari ini BOR di Jabar 34 persen, itu rekor terendah. Terendah mendekati rekor paling rendah 28 persen saat Idul Fitri, jadi sudah lewat puncak gunung kedaruratannya, saat BOR kita 91 persen, sekarang sudah turun tinggal sepertiganya di 34 persen,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Jumat (13/8).
Meski begitu, ujar Kang Emil, program penguatan untuk mendukung penanggulangan COVID-19 tetap digalangkan. Salah satunya adalah membantu warga yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman).
“Oleh karena itu pada saat kedaruratan sedang turun gunung, kita kebut namanya vaksinasi sampai Desember. sehingga kita berharap di bulan Januari 2022 tidak ada lagi kedaruratan, vaksinasi sudah tercapai, yang ada adalah adaptasi,” jelasnya.
Dikatakan, Covid tidak akan hilang dalam hidup kita, tapi paling tidak kita lagi dalam kecemasan dengan skala pandemi. “Tidak ada lagi kedaruratan yang membuat kita susah ekonomi, yang ada adalah semua usaha boleh buka, sekolah boleh buka, tapi tetap tetap pake masker,” pungkasnya. (01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed