by

Lagi Viral di Mojokerto, Wisata Kebun Bunga Matahari, Gratis

Dalam sepekan terakhir Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mendadak banyak dikunjungi masyarakat untuk berwisata. Ya, di dusun tersebut kini punya obyek wisata kebun Bunga Matahari yang sungguh indah. Di lahan seluas kurang lebih 1 hektar, ada ribuan bunga matahari yang tumbuh mekar. Sungguh sangat memanjakan mata dan menjadi lokasi foto selfie yang apik.

Keberadaan kebun bunga matahari itu pun dengan cepat menjadi viral di media social dan membuat warga berdatangan ke lokasi. Seperti yang diakui pengunjung asal Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Tomi (32). Ia sengaja mengunjungi kebun bunga matahari itu setelah mengetahui unggahan dari instagram temannya. Ia pun mengajak serta istri dan anak-anaknya, kemudian saudaranya yang dari Surabaya juga ke kebun bunga matahari itu.
“Saya lihat di story WA teman saya kayak di pegunungan, ternyata di dataran rendah, bagus pemandangannya, Cuma saying tidak bisa masuk, tadi sempat foto-foto bersama keluarga, anak-anak juga senang,” katanya saat ditemui di lokasi Kebun Bunga Matahari, Sabtu (14/8) Sore.
Kebun bungan matahari tersebut milik warga setempat. Si pemilik tidak keberatan kebun miliknya banyak dikunjungi warga yang ingin melihat atau foto-foto. Hanya saja si Pemilik sengaja membuat pagar dari bambu agar pengunjung tidak masuk ke dalam kebun yang dikhawatirkan merusak tanaman bunga matahari tersebut.
Sementara itu kepala Desa Tempuran, Slamet (48), tanaman bunga matahari tersebut merupakan tanaman milik warga setempat. Sejak ada tanaman bunga matahari tersebut keberadaan desanya menjadi viral. Banyak masyarakat dari Mojokerto maupun luar Mojokerto berbondong-bondong datang untuk melihat keindahan ribuan bunga matahari yang sedang mekar tersebut.
“Ini viralnya sekitar 3 hari yang lalu, karena musim pandemi, pengunjung jangan sampai berkerumun,” ujarnya.
Kabar baiknya, wisata kebun bunga matahari ini tidak dipungut biaya sepeserun alias gratis. Hanya saja untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung, Slamet memberdayakan karang taruna desa untuk mengatur pengunjung dengan menyediakan lahan parkir untuk roda dua maupun roda empat. Biaya parker untuk motor Rp 2 ribu, dan mobil Rp 5 ribu.
“Kalau ada lahan parker maka pengunjung bias tertata, tidak sampai berkerumun, banyak pengunjung datang bersama keluarga, pagi buka mulai pukul 07.00 WIB, sorenya dibatasi sampai jam 17.00 WIB,” terangnya.
Slamet menghimbau kepada setiap pengunjung agar tetap mentaati protokol kesehatan, seperti tidak berkerumun dan menggunakan masker karena masih pandemi. Ym

Baca juga  Seleksi Jabatan Sekda di Mojokerto Diduga Tidak Netral
Kebun Bunganya Matahari di Mojokerto yang viral

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed