by

Banyak Pembatalan, Daftar Tunggu Haji di Jawa Timur Menjadi 32 Tahun

Waiting list atau daftar tunggu haji di Jawa Timur maju setahun lebih cepat dari 33 tahun menjadi 32 tahun. Penyebabnya antara lain banyak calon jamaah haji yang sudah mendaftar kemudian melakukan pembatalan.

Hal itu disampaikan Zainut Tamam, Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto. Menurutnya saking banyaknya pembatalan, daftar tunggu haji di Jawa Timur menurun. Pada Desember 2021 daftar tunggu haji di Jawa Timur sudah mencapai 33 tahun. Namun karena banyaknya pembatalan haji pada periode bulan desember 2021 dan Januari 2022 maka daftar tunggu maju setahun menjadi 32 tahun.

“Kita tidak lingkup Mojokerto, namun porsi haji jawa Timur,” ujarnya ketika ditemui di kantor Kemenag Mojokerto, Selasa (22/2).

Baca juga  Tekan Wabah PMK, Polres Mojokerto Batasi Mobilitas Keluar Masuk Kendaraan Ternak

Masih kata Zainut Tamam, kasus pembatalan jamaah haji di kabupaten Mojokerto pada tahun 2020 mencapai 152 jamaah. Kemudian pada tahun 2021 naik menjadi 319 jamaah yang melakukan pembatalan haji.

“Jadi naik 100 persen, Rata-rata faktor wafat, dan banyak penyebab lain seperti ada yang kekurangan uang, sakit yang tidak memungkinkan berangkat haji dengan menyertakan keterangan dari rumah sakit,” terangnya.

Secara tekhnis, apabila calon jamaah haji meninggal dunia maka posri hajinya bisa dilimpahkan atau dialihkan kepada ahli waris, yakni anak, saudara kandung, orang tua, suami atau istri. Untuk kasus jamaah yang dilimpahkan maka nomor porsi hajinya tetap.

“Misal porsi hajinya berangkat 2024 maka yang mendapat pelimpahan itu akan tetap mendapat porsi berangkat tahun 2024, karena ini pelimpahan,” ujarnya.

Baca juga  Razia Rumah Kos, Polresta Mojokerto Amankan Dua Pasang ABG Diduga Berbuat Mesum

Untuk kepastian keberangkatan haji tahun 2022, Zainut Tamam masih menunggu perintah dari kemenag pusat ataupun Kanwil Kemenag Jatim. Sejauh ini kemenag Kabupaten Mojokerto tetap melakukan persiapan haji dengan asumsi kuota 100 persen.

“Yang kita siapkan asumsinya 100 persen, yang pertama pemindaian paspor dari jamaah yang sudah melakukan pelunasan tahun 2020 yang gagal berangkat, itu ada 1.151 jamaah. Sudah 27 jamaah yang paspornya expired atau kadaluwarsa,” pungkasnya. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed