by

Ribuan Warga Desa Kemiri Kecamatan Pacet Antusias Ikuti Pembagian Sertifikat PTSL

Ribuan warga Desa Kemiri Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto bersyukur mendapatkan banyak kemudahan dalam mengikuti Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang digelar pemerintah Desa Kemiri. Ahad (10/4/2022) pagi, ribuan warga tersebut antusias mendatangi Balai Desa Kemiri untuk mengikuti pembagian sertifikat PTSL.

Kepala Desa Kemiri, Puthut Budi Santoso mengatakan, program PTSL ini merupakan yang pertama di desa Kemiri yang sebelumnya tidak pernah ada. Lantas pada awal kepemimpinan Puthuh di tahun 2020 lalu pemerintah Desa Kemiri telah mengajukan proposal ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk mendapat kuota progtam PTSL untuk Desa Kemiri. Alhamdulillah usaha tersebut membuahkan hasil dengan mendapatkan lebih dari 1.500 kuota. Dari kuota tersebut jumlah pemohon mencapai 1.482 sampai 1.497 pemohon.

Baca juga  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Pangdam V/Brawijaya Beri Penghargaan ke Prajurit

“Dan alhamdulillah semuanya clear, kita dari pemerintah Desa menyampaikan tentang hak-haknya yang kita bagikan kepada masyarakat dan warga masyarakat dapat menerima semua dan menjadi kesepakatan seluruh warga masyarakat,” ujarnya.

Antusias warga Desa Kemiri Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto dalam pembagian sertifikat PTSL di Balai Desa Kemiri, Ahad (10/4/2022).

Keberhasilan pemerintah Desa Kemiri menggelar program pembagian sertifikat PTSL ini sekaligus menepis sejumlah kabar miring tentang adanya doktrin dari pemerintah Desa kepada panitia untuk melakukan pungutan kepada warga.

“Terbentuk tim atas dasar kesepakatan masyarakat, Kita semua hanya mengawal, dan alhamdulillah hari ini semua bisa terealisasi dan mendapatkan sertifikat secara gratis dan cuma-cuma, masyarakat pun bangga, ” tegas Puthut.

Meski jumlah penerima PTSL mencapai lebih dari seribu orang, namun dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. Warga yang datang untuk mengambil sertifikat juga dibagi menjadi beberapa sesi sehingga tidak tampak adanya kerumunan. Ym

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed