Wali Kota Eri Cahyadi Minta Hasil Kinerja Kepala PD, Camat dan Lurah Disampaikan ke Media Massa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali mengingatkan, terkait kontrak kinerja, kepada seluruh pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebab, dalam kontrak kinerja itu telah tercantum sebuah komitmen dan pertanggungjawaban, kepada masyarakat Surabaya.

Oleh sebabnya, Wali Kota Eri Cahyadi meminta setiap 6 bulan sekali, output dan outcome pejabat pemkot, disampaikan ke media massa. Baik itu hasil kinerja Kepala Perangkat Daerah (PD), Camat, maupun Lurah. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pemkot, dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

“Kontrak kerja kita sampaikan ke media. Mulai bulan depan Kepala PD harus menyampaikan hasil kontrak kinerja itu, ke media massa. Sehingga ada keterbukaan dan bukan untuk menjatuhkan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Selasa (24/5).

Baca juga  Pemkot Surabaya Gelar Baksos Dekatkan Layanan Kesehatan ke Pintu Rumah

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menyatakan, ingin membangun Kota Pahlawan, dengan melibatkan semua pihak. Makanya, ia ingin supaya output dan outcome pejabat disampaikan ke publik, agar mereka juga dapat memberikan evaluasi dan penilaian.

“Karena saya ingin membangun Kota Surabaya ini, dengan melibatkan seluruh elemen yang ada. Mulai dari pers, stakeholder, DPRD, maupun elemen masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri Cahyadi juga mengajak media massa, untuk bersinergi dalam membangun Surabaya. Ia berharap, media massa menjadi penyambung informasi dan komunikasi antara pemerintah, dengan masyarakat.

“Saya inginnya jurnalisme ke depan ini bisa mengubah Indonesia, bisa mengubah masyarakat menjadi lebih baik. Jadi, sampaikan berita itu secara faktual, tanpa memberikan tambahan dan pengurangan,” tuturnya.

Baca juga  Pemkot Optimalkan Data Rekam Medis untuk Pencegahan Penyakit Warga

Karena menurutnya, jurnalisme juga memiliki peran penting terhadap kemajuan dan pembangunan kota. Bahkan pula jurnalisme juga dapat, menjadi penyebab kehancuran jika informasi, yang disampaikan itu tak sesuai dengan fakta.

“Terus sampaikan kebenaran informasi, kepada masyarakat. Saya berharap jurnalisme ke depan turut serta membangun kota ini, melalui kalimat dan lisan yang dapat memberikan semangat,” pesannya.

Di lain hal, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, sekarang ini pihaknya tengah menyiapkan sebuah sistem pengangkatan jabatan. Sistem tersebut bersifat terbuka dan dapat diketahui publik. Nah, salah satu indikator penilaian dalam sistem itu adalah, output dan outcome Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Surabaya.

“Sekarang saya tengah membuat pengangkatan jabatan, by sistem yang sifatnya terbuka. Jadi, semua hasil kinerja PNS itu terekam. Ini yang mau saya bentuk,” ungkap dia.

Baca juga  Pembongkaran Fasad Eks Toko Nam Dilakukan Dalam Tiga Tahap

Ia berharap, siapapun wali kotanya nanti, sistem penilaian pejabat tersebut dapat terus berjalan. Sehingga kenaikan jabatan PNS Pemkot Surabaya bukan karena faktor kedekatan dengan wali kota, melainkan berdasarkan hasil kinerja.

“Makanya, saya bilang kepada teman-teman bahwa, mendekati saya karena tujuan tertentu itu salah. Karena saya melepaskan jabatan seseorang bukan karena suka, atau tidak, tapi melihat hasil output dan outcome kinerja pejabat tersebut,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *