Maraknya kasus pelecehan seksual guru kepada siswa di beberapa kota belakangan ini membuat orang tua cemas. Seperti halnya yang juga dirasakan Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti. Sebagai orang tua tentu khawatir dengan kondisi tersebut.
Sebab itulah, menurut Reni, khususnya di Surabaya perlu menjaga lingkungan ramah anak. Menurutnya ini penting agar jangan sampai menimpa anak-anak di Kota Pahlawan.
Dia mencermati, untuk mencegah adanya kekerasan atau pelecehan seksual ke anak, maka ada tiga unsur yang harus dijaga.
Reni menguraikan, anak-anak itu berada pada tiga unsur lingkungan. Yakni lingkungan pendidikan, keluarga dan lingkungan bermain.
“Tapi sekarang di era digital. Anak bisa bermain dan mengakses digital. Inilah lingkungan bermainnya,” ungkapnya kepada majalahnurani.com, Senin (1/8).
“Saya kira tiga unsur inilah yang perlu dijaga agar jangan sampai terjadi kasus pelecehan seksual yang berulang,” tambahnya lagi.
Pemerintah, lanjutnya, juga perlu hadir untuk memastikan ketahanan keluarga, mulai dari kebutuhan ekonominya dan kesehatan. Kemudian pengawasan masalah pendidikan di sekolah. Bagaimana sekolah ini menjadi sekolah yang ramah anak. Bagaimana kemudian hubungan guru-guru dan siswa.
“Saya kira ini yang harus dipastikan. Bagaimana tiga unsur ini dilakukan pengawasan,” jelas Reni.
Dia mewanti-wanti, jangan sampai ada bullying sesama siswa, kemudian antar siswa dan guru terjadi lagi. Sehingga tidak sampai muncul kekerasan anak atau pelecehan seksual.
“Saya melihat Pemerintah kita berupaya melakukan pengawasan ini. Dan DPRD supporting dalam menjaga tiga unsur tersebut,” pungkas dia. Bg






