Stafsus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Wibowo Prasetyo berharap Hari Santri 2022 bisa menjadi momentum untuk menjawab beragam isu publik, khususnya terkait kepesantrenan.
Menurutnya, dalam peringatan Hari Santri tahun ini perlu dipikirkan bagaimana bagaimana sebaiknya menyikapi situasi dan kondisi masyarakat.
“Maka peringatan Hari Santri 2022 juga bisa menjangkau semua kalangan. Hari Santri itu menjadi milik seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kalangan pesantren,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterbitkan Kemenag Kamis (4/8).
Untuk itu, Wibowo minta agar pihak yang terlibat dapat merumuskan ide-ide yang menarik perhatian masyarakat, terutama di kalangan perkotaan.
“Perlu memikirkan bagaimana Hari Santri yang sudah ditetapkan Pemerintah sebagai Hari Nasional bisa jauh lebih menjangkau masyarakat luas, bahkan menjadikannya sebagai milik bangsa. Hal ini mengingat bahwa Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015,” tandasnya. Bg






