Tim Medis Muhammadiyah Diberangkatkan ke NTT

Gelombang bantuan pengiriman tim medis dari Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah terus datang, kali ini giliran Tim Respon Disaster Medical Center (DMC) RS Muhammadiyah Lamongan yang berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan menyampaikan, dalam waktu dekat Muhammadiyah akan segera mengirimkan EMT Internasional yang bersertifikat WHO.

“Pengiriman tenaga yang cukup banyak membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu mengajak mengimbau kepada kaum muslimin, kita untuk mengulurkan sebagian dana harta kita,” katanya, Jumat (21/8/2026).

Pesan Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah ini selaras dengan Edaran PP Muhammadiyah Tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Korban Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga  Kampung Literasi Gang Aufa Sambut Muktamar ke-35 NU

Masjid-masjid Muhammadiyah diharapkan untuk mengumpulkan infak jumat bagi penyintas bencana gempa bumi di Flores, NTT. Dana yang terkumpul kemudian bisa disalurkan melalui Lazismu yang akan diarahkan untuk membantu saudara-saudara di Flores.

Tim Respon RS Muhammadiyah Lamongan berangkat pada Selasa (18/8) setelah koordinasi antara Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim dengan PWM Jatim yang ditunjuk oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Keberangkatan DMC RS Muhammadiyah Lamongan dilepas Wakil Direktur Administrasi, SDI dan AIK, Rachmat Ardiyanzah Pua Geno dan Wakil Direktur Medis, dr. Orizanov Mahisa. DMC RSML memberangkatkan enam relawan yakni dr. Muhammad Ivanda Dewantara (Ketua), M. Sony Irda Nofina (Bendahara) Agus Yulianto (Logistik Medis), M. Rizal, Amd (Logistik Non-Medis) Yusuf Efendi (Administrasi), dan Nur Kholis (Media dan Pelaporan).

Baca juga  Waketum MUI Ajak Umat Tradisikan Baca Buku, Jangan Terlena Medsos

“Tim respon ini akan bertugas hingga 29 Agustus 2026. Tim akan berangkat nanti malam melalui transportasi udara dan dilanjutkan melalui jalur darat, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi geografis di sana,” katanya.

“Setibanya di lokasi, tim respon akan langsung berpusat menuju Klinik Muhammadiyah Ende yang saat ini telah ditetapkan sebagai Posko Tanggap Darurat Muhammadiyah bagi korban gempa NTT,” ungkap Rachmat.

Kesiapan amunisi dan peralatan juga dipastikan dalam kondisi optimal. dr. Orizanov Mahisa selaku Wakil Direktur Medis RSML menegaskan bahwa perbekalan yang dibawa sudah disesuaikan dengan asesmen kebutuhan para korban.

“Tim Respon ini dibekali berbagai kebutuhan logistik medis berupa obat-obatan, dan juga kebutuhan logistik non-medis yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban bencana gempa bumi,” terang dr. Orizanov. (Ym)

Baca juga  Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Raih Penghargaan Mitra Strategis dari Save the Children

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *