Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menjelaskan alasan Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski saat ini, kata dia, masih dalam pembahasan.
Dijelaskan Ma’ruf dalam siaran pers yang dikutip majalahnurani.com, Sabtu (20/8). Bahwa Indonesia memiliki beban subsidi yang sangat besar.
“Kan ada beban subsidi negara besar sekali. Subsidi kita itu lebih dari Rp500 triliun. Nah, jadi kalau ada kenaikan-kenaikan lagi, ini memang supaya subsidi ini bisa sustain, bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Beban itulah yang menurut Ma’ruf dipikirkan Pemerintah agar bisa ditemukan solusinya. Meski belum diketok harga BBM dinaikkan, namun yang jelas Ma’ruf berharap itu bisa berjalan dengan baikm
“Ini yang masih terus dipikirkan, jadi masih dalam penggodokan. Masih dalam pembahasan, apakah akan dinaikkan apa tidak. Tapi bagaimana ini berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, kemarin Jumat mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan mengumumkan kenaikan harga pertalite dan solar pekan depan.
“Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini,” ujarnya
Dijelaskannya bahwa presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin Pemerintah mempertahankan kondisi tersebut.
“Karena harga BBM kita termurah se-kawasan dan itu beban untuk APBN,” tegasnya. Bg






