Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Yudhi Prasetiyo
menegaskan jika permasalahan stunting di wilayah teritorialnya harus
segera mendapat tindakan dari semua pihak.
Bahkan, sebelumnya Danrem telah menginstruksikan personelnya untuk terus
bersinergi melakukan upaya penanggulangan adanya stunting.
“Korem beserta pihak terkait menaruh perhatian penuh dalam penanganan
dan penanggulangan stunting. Stunting ini merupakan gangguan
perkembangan anak yang disebabkan oleh kurangnya gizi pada anak,” ujar
Danrem usai mencanangkan adanya
program Ayo Lawan Stunting, Senyum 1000 Balita, Selasa (23/8).
Angka stunting di Kota Malang sendiri, ungkap Danrem, telah mencapai 36
persen. Bahkan, ia memastikan jika keberadaan stunting di Kota Malang
bakal segera menurun.
“Stunting ini bukan permasalahan bangsa di masa sekarang saja, melainkan
menyangkut masa depan kita. Karena, anak-anak adalah generasi penerus,
dan mereka lah masa depan kita,” tandas Kolonel Yudhi.
Tak tanggung-tanggung, pencanangan program itupun juga diwarnai dengan
adanya penimbangan dan pemeriksaan gizi para anak yang dilakukan oleh
pihak RS Birawa Bakti.
Ternyata, program yang digagas oleh Danrem itupun mendapat apresiasi
dari pihak BKKBN Kota Malang. Kepala BKKBN, Danial Mukti menyebut jika
dirinya sangat menaruh perhatian penuh pada persoalan stunting yang
terjadi saat ini.
Bukan hanya itu, Danial pun berkomitmen untuk terus bersinergi dengan
pihak terkait, salah satunya Korem 083/Baladhika Jaya beserta jajaran
untuk melakukan upaya percepatan penanganan stunting.
“Dengan tujuan, penanganan itu bisa mewujudkan generasi harapan bangsa
yang cerdas, sehat dan kuat,” pungkasnya. Bg











