Menteri Kesehatan menyebutkan hasil penyelidikan yang menyebabkan 99 balita dan anak meninggal dunia karena gagal ginjal misterius. Setelah diselidiki, kata Menkes Budi Gunadi, di dalam kandungan darah mereka yang meninggal memang terdapat zat kimia etilen glikol dan dietilen glikol.
“Kita tarik ambil darahnya, kita liat ada bahan kimia berbahaya merusak ginjal. Kemudian kita datangi rumahnya, kita minta obat-obatan yang dia minum, itu mengandung juga bahan-bahan tersebut,” kata Menkes dalam siaran pers Kamis (20/10).
“Yang kita lihat obat yang dikonsumsi yang meninggal itu diproduksi di sini (Indonesia),” imbuhnya lagi.
Untuk itu Kemenkes berkoordinasi dengan BPOM untuk menarik sementara obat sirop atau cair. Apalagi kasus terus bertambah.
“Jadi sekarang kita berkoordinasi dengan BPOM supaya bisa cepet dipertegas itu obat-obatan mana yang harus kita tarik. Karena meninggalnya ini sudah sampai puluhan per bulan,” tegasnya. Bg






