Tim Jihandak berhasil melakukan evakuasi sebuah mortir di Dusun Buluresik RT 19 RW 4, Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (4/11/2022) malam. Mortir yang diduga masih aktif tersebut selanjutnya diamankan di Pusdik Brimob Watukosek.
Disampaikan Kasi Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati, pada Sabtu (5/11/2022), kronologi penemuan mortir itu bermula ditemukan oleh seorang petani bernama Misno (57) pada Kamis (3/11/2022) sekitar pukul 14.00 wib ketika sedang mencari rumput untuk pakan ternak.
“Lokasi penemuan di sekitar galian C milik PT Karya Mitra Sejahtera (KMS/PT Wira Bumi),” tutur Ipda Tri Hidayati, Sabtu (5/11/2022) pagi.
Dikatakan Ipda Tri Hidayati lebih lanjut, kemudian pada Jumat (4/11/2022) benda yang diduda mortir diangkat dan dipindahkan ke tegal milik Abdul Razak warga dusun Buluresik, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Misno mengira benda mortir itu sebagai patahan alat berat. Benda tersebut kemudian sempat dibungkus sak dan diangkut menggunakan sepeda motor untuk dibawa pulang dan disimpan di kandang sapi. Selanjutnya Misno melaporkan penemuan benda tersebut ke kepala desa Manduro Manggung Gajah. Selanjutnya kades melaporkan ke Kapolsek Ngoro, Kompol Subiyanto.
“Atas laporan tersebut Kapolsek Ngoro beserta anggota melakukan pengecekan ke TKP,” ujar Ipda Tri Hidayati.
Masih kata Ipda Tri Hidayati, Kapolsek Ngoro kemudian berkoordinasi dengan Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes Pol Heri Sulismono untuk meminta bantuan pengamanan mortir tersebut.
“Selanjutnya sebanyak 5 personil Tim Jihandak mendatangi TKP dan mengevakuasi mortir untuk disimpan aman di Pusdik Brimob Watukosek,” pungkas Ipda Tri Hidayati.
Disebutkan, mortir tersebut memiliki ciri-ciri panjang 30 cm dan diameter 10 cm yang termasuk mortir lengkap. Mortir itu diduga masih aktif. Ym






