KBTK Al Falah Surabaya menggelar kegiatan Pekan Budaya pada Selasa-Kamis (24-26/1). Kegiatan ini diikuti 145 siswa KBTK.
Pagi itu, seluruh siswa tampil percaya diri mengenakan kostum adat Jawa Timur di acara Fesyen Show rangkaian Pekan Budaya.

Prita, orang tua wali siswa bernama Alma sangat mengapresiasi kegiatan pagi itu. Menurutnya Pekan Budaya tersebut sangat inisiatif. Sebab bisa mengenalkan budaya adat Jatim sejak dini ke anak.
Sebelumnya, cerita dia, kakak dari Alma yang juga sekolah di KBTK Al Falah Surabaya, belum pernah merasakan serunya kegiatan Pekan Budaya.
“Jadi adiknya yang sekarang itu lebih familier dengan lagu Jawa karena dikenalkan sekolah. Sedangkan kakaknya, kurang mengenalnya,” ungkapnya diwawancarai majalahnurani.com.
Selain mengapresiasi Pekan Budaya, Prita berharap kegiatan semacam ini terus digelar. “Berharap diadakan terus dan ditingkatkan lagi program seperti ini,” sambungnya.

Sementara itu, Ustazah Aninatul Fuad selaku Waka Kurikulum dan Sarpras KBTK Al Falah Surabaya mengaku bersyukur lantaran semua siswa sangat antusias mengikuti Pekan Budaya.
“Alhamdulillah semua sangat senang sekali mengikuti kegiatan ini. Dimana kegiatan ini memembuat anak tampil percaya diri dengan kostum adat Jawa Timur,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan. Di hari pertama yakni menggelar fesyen show. Dimana murid mengenakan pakaian adat Jatim. “Selain itu siswa juga dikenalkan dolanan jadul Jawa Timur. Seperti engkle, cublek suweng, jaranan,” imbuh Ustazah Anin.

Nantinya, anak juga dikenalkan belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa, Kromo Inggil, agar tidak melupakan budaya dan bahasanya.
” Jadi harapannya anak bisa mengenal dan belajar budaya Jawa. Dan, Pekan Budaya ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dalam 1 semester,” terang Ustazah Anin. Bagus












