Geliat Airlangga gencar menyosialisasikan eliminasi tuberkulosis (TBC/TB). Seperti pada Jumat (10/11) Geliat Airlangga bersama Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) dan Kader Surabaya Hebat, menyosialisasikan strategi percepatan penemuan kasus TB di Puskesmas Banyu Urip. Ini merupakan upaya Geliat Airlangga untuk menekan tingginya kasus TB di Indonesia.
Prof. Dr. Nyoman Anita Damayanti, drg., MS, selaku Program Focal Point Geliat Airlangga Kerjasama Unair-Unicef mengaku, pihaknya berkomitmen mendukung berbagai upaya memperkuat kapasitas untuk merencanakan, melaksanakan, memantau dan memberikan layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas dan setara di tingkat nasional dan daerah. Salah satunya yakni eliminasi program TB. “Dukungan ini merupakan bagian dari program kemitraan Unair-Unicef tahun 2023/2024,” jelasnya.

Kala itu Focus Grup Discussion (FGD) diikuti 37 peserta. Seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Perkelompok mendapat penjelasan dari Dinkes dan Kader Surabaya Hebat. “Jadi perkelompok ini akan mengidentifikasi sekaligus menentukan strategi penemuan TB dan pencegahannya,” ungkap Mufidah Lintang, tim Geliat Airlangga.

Pengelola Program TB Dinkes Jatim Christian Yochanan menjelaskan bahwa penderita TB kini bisa mendapatkan pengobatan gratis. “Mulai dari klinik, puskesmas dan rumah sakit. Mau kaya, miskin apapun itu, mereka mendapatkan obat gratis dari Pemerintah,” ujarnya.
Dia mengakui bahwa hingga saat ini kasus TB di Surabaya masih tinggi. Untuk itu diperlukan langkah cepat dalam menemukan kasus TB. Upaya yang dilakukan saat ini adalah tracing. Bagi penderita TB, misalnya dalam satu keluarga, maka harus dilakukan tracing untuk memastikan positif atau tidak. “Jangan pernah ada anggapan bahwa penderita TB itu tidak bisa disembuhkan. TB bisa disembuhkan,” seru Christian. (Ra/Bagus)








