Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif (YPM) Sepanjang menggelar acara unik dalam peringatan Harlah ke-101 NU yaitu Lomba mancing ikan lele. Uniknya semua peserta harus memakai sarung.
Lomba yang dilaksanakan pada Ahad, 28 januari 2024 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1445 H itu dilaksanakan di kali Sungai Pelayaran yang ada di depan YPM Centre Kompleks Megare Taman, Sidoarjo
“Lomba mancing ini digelar pas pada hari lahir NU sesuai kalender Qomariah atau lebih dikenal Hijriyah, yaitu 16 Rajab dengan keunikan pemancing harus bersarung. Ada yang dipakai ada yang dislempangkan. Tetapi ketika akan menimbang ikan hasil mancing, sarung harus dipakai,” jelas M. Choifin, ketua lomba.
Dijelaskan juga bahwa lomba ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Siswa YPM, guru/dosen, dan umum. Tak tanggung-tanggung hadiah jutaan rupiah disiapkan panitia untuk masing-masing kategori.
Tak ayal, ribuan pemancing tumplek blek, dan duduk berjajar di sisi kanan-kiri sungai. Mereka berebut mendapatkan ikan lele master dan door prize ikan koi.
“Awalnya sesuai dengan dengan ulang NU, ikan yang panitia siapkan sebanyak 101 kg, namun mengingat animo peserta yang begitu tinggi, kami tambah 100 kg plus puluhan ikan lele master berbobot minim 3 kg dan ikan koi ntuk dorprize. Dan agar ikan tidak menumpuk di satu tempat, panitia menyebar ikan di beberapa titik spot mancing,” tambah M. Choifin.
Dan, ternyata tidak hanya warga sekitar yang menjadi peserta lomba mancing. Banyak juga yang berdatangan dari daerah lain. Bahkan, warga asing yang selama ini mendiami Rusun di Puspa Agro juga turut semangat menjadi peserta.
Sementara itu, dalam sambutannya di depan Forkopimcam Kecamatan Taman, pimpinan sekolah/rRektor, dosen, guru serta siswa YPM, ketua YPM, H. Ahmad Makki menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini digelar juga membawa pesan bahwa Ketika suangi bersih, maka akan banyak manfaat bagi warga. Karena itu, diharapkan muncul kesadaran bersama betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama sungai.
“Kami sangat berkomitmen dalam kelestarian linkungan. Karena itu beberapa program YPM bergerak khusus di bidang lingkungan, mulai dari Sekolah Hutan Waqaf (SHW) hingga Gertakan Nyemplung Kali (GNK),” jelas H. Ahmad Makki.
Ditambahkan juga sebagai bukti nyata bahwa YPM begitu peduli dengan lingkungan, bersamaan atau di hari dan jam yang sama dengan lomba mancing, Pasukan Semut YPM yang terdiri atas mahasiswa dan siswa YPM dan masyarakat sekitar bersih-bersih kali di Desa Krembangan Taman,
Perlu diketahui, sebelum digunakan sebagai lokasi lomba mancing, Sungai Pelayaran penuh dengan sampah dan tanaman liar. Air tidak mengalir sehingga menimbulkan bau tak sedap. Setelah GNK dimasifkan, sungai menjadi bersih hingga bisa dijadikan lokasi lomba mancing.
Di akhir sambutanya, Ketua YPM menegaskan lagi bahwa perlu kerja sama semua pihak dalam mewujukan kebersihan dan kelestarian lingkungan. (her)












