Siswa-siswi Kelas II Ibnu Batutah Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya Eksplorasi De Javasche Bank (Museum Bank Indonesia/BI) dalam program Kelas Kolaborasi.
Wali kelas II Wasilatul Ummah SPdI mengatakan kegiatan tersebut menyesuaikan dengan tema pembelajaran yakni anak-anak belajar mengenali sejarah uang, para siswa diajak berkunjung di De Javasche Bank atau Museum Bank Indonesia. Tujuannya agar siswa cinta rupiah.
“Adapun tujuan kegiatan tersebut yakni mengenalkan lebih dalam kepada siswa tentang sejarah uang dan juga pengenalan uang-uang di jaman belanda dan Jepang serta mengajarkan anak-anak untuk belajar mandiri dan kerjasama,” ungkapnya.

Kegiatan diawali dengan perkenalan oleh kak Rizky Jayanto selaku pengelola De Javasche Bank terkait lingkungan museum BI secara keseluruhan. Beliau memperkenalkan diri sekaligus mengajak anak-anak berkeliling museum atau biasanya familiar dengan istilah museum tour.
Setelahnya anak-anak kemudian diajak mengunjungi Beberapa spot diantaranya seperti kantor bank yang digunakan pada zaman pemerintah kolonial Belanda; mata uang belanda, Jepang & Indonesia tempo dulu; emas batangan edisi tempo dulu; mesin penghancur uang tidak layak beredar hingga CCTV tempo dulu yang berupa kaca cermin.
Kak Rizky turut menjelaskan beberapa spot yang dikunjungi, sehingga menambah antusiasme anak-anak selama kegiatan museum tour tersebut.
Tidak jarang beberapa anak mengajukan pertanyaan sembari melihat-lihat koleksi benda-benda bersejarah yang ada di De Javasche Bank tersebut.
Seusai serangkaian kegiatan di museum berakhir, anak-anak kemudian diarahkan oleh ustadzah Uul untuk mengerjakan LKPD yang sudah diberikan kepada masing-masing anak.
Dafinah Anayya Putri, siswi kelas II menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa senang karena bisa berkeliling museum dan melihat banyak mata uang seperti mata uang Belanda, Jepang dan Indonesia,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Zahri Ali Muzaffar, Siswa kelas II “Saya merasa bahagia karena bisa melihat banyak mesin-mesin yang usianya sudah tua dan dijelaskan tentang sejarah bank Indonesia dari tahun 1828 sampai sekarang”. (Ra/Bagus)












