Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) merilis data bahwa pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur sebesar 2,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,93.
Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 4,62 persen dengan IHK sebesar 108,32 dan terendah terjadi di Jember sebesar 2,22 persen dengan IHK sebesar 105,70.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,54 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,55 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,38 persen; kelompok transportasi sebesar 1,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,37 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,20 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,10 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.
Pada Februari 2024, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,49 persen (m-to-m) dan seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mempunyai andil yang paling tinggi terhadap inflasi Jawa Timur pada Februari 2024 baik pada inflasi bulan ke bulan, tahun ke tahun, maupun tahun kalender. Bahkan, inflasi (m-to-m) pada kelompok ini merupakan yang tertinggi dalam tiga belas bulan terakhir.
Kepala BPS Jatim Zulkipli memaparkan, Cabai Merah Mengalami Inflasi (y-on-y) Tertinggi pada Bulan Februari 2024 yaitu mencapai 114,23 persen. Beras memberikan andil inflasi (y-on-y) tertinggi sebesar 0,87 persen. Pada Februari 2024, rata-rata harga beras mencapai 14.920 rupiah/kg.
Diakui bahwa perkembangan harga beras dalam beberapa bulan terakhir cenderung terus mengalami kenaikan setiap bulannya. “Inflasi komoditas beras terjadi di seluruh kabupaten/kota, baik secara m-to-m maupun y-on-y. Secara m-to-m, inflasi beras tertinggi terjadi di Kab. Gresik sebesar 9,98 persen sedangkan secara y-on-y tertinggi di Sumenep sebesar 30,36 persen,” tegas Zulkipli. (Ra/Bagus)






