Lembaga Dewan Dakwah Indonesia Provinsi Jawa Timur (LDII Jatim) menggelar Silaturahim Syawal 1445 Hijriyah dan Tausiyah Kebangsaan di Pondok Pesantren Sabilurrosyidib Annur, Surabaya, Sabtu (27/4) sore.
Acara ini dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Khofifah Indaparawansah Emil Emil Dardak. Bertemakan “Sinergi Ulama dan Umara Mewujudkan Ukhuwah Basyariyah Untuk Tetap Tegaknya NKRI” LDII mengajak semua masyarakat untuk saling menjaga kedamaian dan saling menjalin silaturahmi antara semua elemen agar suasana aman nyaman di Jatim selalu terjaga.
Ini disampaikan langsung Ketua DPW LDII Jawa Timur KH M Amrodji Konawi saat memberi sambutan.
“Mari kita saling menjaga kedamaian dan saling menjalin silaturahmi antara semua elemen agar suasana aman nyaman di Jatim selalu terjaga,” ungkapnya.
Bahkan secara twrang terangan Amrodji menyatakan komitmennya untuk mendukung Khofifah Indar Parawansa maju kembali dalam kontestasi Pilgub Jatim 2024 mendatang.
Selama ini, katanya, LDII dan jajaran ulama di Jatim tidak pernah memberikan kritik ataupun tidak setuju dengan kebijakan Ibu Khofifah selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.
“Bukan karena tidak berani tapi karena apa yang dilakukan Ibu Khofifah bersama Pak Emil sudah sesuai ajaran dan tutunan yang ada dalam Alquran dan sunnah rosul. Ibu Khofifah bisa mengayomi semua kalangan baik yang mayoritas dan minoritas,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai jamaah LDII, ditegaskan bahwa semua masyarakat merasa terayomi. Dan itu menunjukkan bahwa Khofifah telah menjadi imam yang adil.
Dan Rosulullah dikatakan Amrodji telah bersabda bahwa imam yang adil itu ada dalam naungan Allah di hari kiamat dan imam yang adil adalah tonggaknya Allah di bumi. “Dan barang siapa yang memuliakan imam yang adil maka akan dimuliakan oleh Allah,” tegasnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro’ dalam menyukseskan pembangunan Jatim.
“Ada 114 indikator terkait dengan layanan pemerintahan secara umum maupun khusus. Seperti inflasi, pengangguran, dan kemiskinan. Dilakukan survey selama beberapa bulan dan akhirnya Jawa Timur dinobatkan sebagai pemerintah yang berkinerja sangat baik tahun 2023. Tahun masa menjabat Bu Khofifah dan Pak Emil,” katanya.
“Tantangan kita ke depan adalah terkait persoalan sosial. Yang pertama kemiskinan masih di batas 10%. Tapi untuk kemiskinan kronis Alhamdulillah dari yang dulu diawali Bu Khofifah di angka 4,4% sekarang menjadi 0,2% bahkan di 9 kabupaten sudah 0%,” tegasnya. (Bagus)








