Asrama Haji Embarkasi Surabaya mencatat, jemaah calon haji termuda yakni Moch Abdul Aziz asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Aziz, sapaannya tiba siang tadi, Sabtu (11/5) dari kloter 1. Saat ini Aziz berusia 18 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SMk Bojonegoro.
“Saya tidak menyangka bisa naik haji. Ini semua kehendak Allah,” kisahnya diwawancarai di Gedung Bir Ali.
Mata Aziz berkaca-kaca. Hampir saja dia menangis ketika menceritakan kisahnya. Bahagia namun sedih. Itulah yang kini dirasakan Aziz. “Seharusnya ayah saya yang berangkat. Tapi takdir berkata lain. Ayah saya telah meninggal lebih dulu,” getar bibir Aziz.
Ayahnya bernama Muhtarom. Ayahnya sudah lama memimpikan naik haji. Itu juga diceritakan ke Aziz. Namun karena takdir, sebelum hari H keberangkatan haji, ayah Aziz sudah mengahdap Illahi.
“Seharusnya ayah dan ibu yang berangkat haji. Tapi saya yang menggantikan ayah. Akhirnya saya berangkat sama ibu (Amisih, ibunya Aziz),” katanya.
Di Tanah Suci Aziz mengaku ada doa khusus yang ingin ia panjatkan. Selain untuk sang ayah, Aziz akan berdoa agar kelak dapat menjadi orang sukses demi membahagiakan sang ibunda tercinta.
“Berdoa untuk ayah, juga untuk diri sendiri semoga bisa menjadi orang sukses untuk membahagiakan ibu,” terangnya. (Bagus)






