Prabowo Terima Laporan dari Timwas Haji di Hambalang, Bahas Perbaikan Layanan

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Tim Pengawas (Timwas) Haji dan beberapa menteri termasuk Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2026) sore.

Dalam pertemuan di Hambalang sore hari itu, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai pelaksanaan haji tahun 2026.

“Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda, yang pertama adalah Beliau memenuhi permohonan dari Komisi VIII, dan sekaligus dari Tim Pengawas Haji dan dari Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di gerbang utama Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Rabu sore.

Baca juga  Hajj & Umrah Travel Expo Hadir di Surabaya 15-19 Juli 2026

Anggota-anggota Timwas Haji, kemudian beberapa menteri tiba di Padepokan Garuda Yaksa sejak pukul 14.30 WIB.

Di lokasi yang sama pada waktu terpisah, Wamenhaj Dahnil menjelaskan Presiden Prabowo ingin mendengarkan hasil evaluasi dan perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan selama pelaksanaan haji.

“Ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan, dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden. Catatan Bapak Presiden adalah mimpi sebagian besar umat Islam itu harus dilaksanakan dengan baik, dan hari ini kami ingin laporkan pelaksanaan haji tersebut,” ujar Dahnil.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumpulkan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan haji 2026, di antaranya termasuk mobilisasi jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dan kebijakan istitha’ah kesehatan.

Baca juga  BPKH Sebut Setoran Awal Haji Idealnya Rp35 Juta

“Tentu banyak evaluasi, ini tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan penyelenggaraan haji secara langsung, ada beberapa catatan penting terutama nanti terkait pergerakan di Armuzna dan kedua tentang istitha’ah kesehatan,” kata Dahnil Anzar.

Dahnil menjelaskan pola penugasan petugas saat pergerakan jamaah di Armuzna akan diperbaiki sehingga bisa lebih intens memberikan pelayanan kepada jamaah.

Kemudian, kebijakan istitha’ah kesehatan tak dipungkiri oleh dia menjadi catatan penting karena tingkat kematian anggota jamaah, khususnya dari Jawa Timur masih tinggi meskipun sudah turun dibandingkan dengan tahun lalu.

Dahnil menyampaikan jumlah anggota jamaah haji asal Jawa Timur yang meninggal pada 2025 mencapai 104 orang, sedangkan pada 2026 angka kematian menjadi 65 orang.

Baca juga  Fase Pemulangan Jemaah Haji Gelombang 2 dari Bandara Madinah Dimulai

Oleh karenanya, Kemenhaj akan memperketat pemberlakuan syarat kesehatan bagi setiap warga masyarakat yang akan melakukan ibadah pada musim haji 2027.

“Tahun depan kami lebih selektif, misalnya yang memiliki indikasi demensia dipotong supaya tidak berangkat, yang (penyakit) ginjal, tuberkulosis (TBC), dan sebagainya kami pastikan tidak bisa berangkat,” ujar dia. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *