Salah satu pelayanan tambahan yang baru pertama kali digelar di Asrama Haji Surabaya ini adalah fast track mecca route. Layanan ini diklaim bisa mengefisiensikan waktu ketika jemaah sudah tiba di Tanah Suci.
Meski terasa melelahkan bagi jemaah, tapi ini mempercepat proses pemeriksaan dokumen. Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya Mohamad Gesta Robi Farmawan menjelaskan, layanan fast track Mecca route adalah pemeriksaan dokumen oleh petugas imigrasi Arab Saudi. Pemeriksaaan ini tidak di Arab, melainkan di bandara.
“Jadi kegiatan imigrasi di Arab Saudi yang dipindahkan ke Indonesia,” ujarnya, Sabtu (11/5).
Setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan sehingga bisa langsung menuju ke Tanah Suci. Namun demikian, Gesta, yang juga menjabat Ketua Tim Kerja (Katimker) Pelayanan Kesehatan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, mengimbau calon haji dapat menjalankan kegiatan fast track Mecca route sembari menjaga kondisi. Ketika sudah terbang, maka bisa digunakan untuk istrahat.
“Terlebih selama beribadah di Tanah Suci nanti calon haji membutuhkan stamina yang prima,” tegasnya.
Diketahui bahwa layanan fast track pertama kali diberlakukan di Bandara Juanda pada musim haji 2024 ini. Total ada 3 bandara di Indonesia yang memberlakukan layanan fast track, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Adi Soemarmo, Solo.
Layanan fast track selain untuk mempermudah jemaah dalam menjalani pemeriksaan dokumen ke imigrasian juga untuk mencegah sejak dini apabila terjadi kesalahan dokumen imigrasi sejak dini di tanah air sehingga petugas tidak lagi ke Bandara Arab Saudi untuk membenarkan seperti tahun-tahun sebelumnya. (Bagus)






