Semarak Pameran Unjuk Kerja dan Karya (UKK) SD Al Falah Surabaya resmi dibuka pada Kamis (30/5) di lantai 6 Gedung Al Falah Darmokali. Pembukaan ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala SD Al Falah Surabaya Ustazah Yuni Wakhidah.
Seperti diketahui bahwa UKK merupakan proyek karya siswa yang dibagi kategori teknologi, produktif, wawasan sosial & budaya, hidup sehat & seimbang, daur ulang, dan budidaya.
“Ini merupakan puncak projek siswa kelas 6 untuk tugas akhir. Yang sudah diawali Januari sejak menentukan tema,” ungkap Ustazah Ida.
Sebelumnya, siswa juga mendapatkan bimbingan dari guru dan mengikuti ujian presentasi. Total ada 55 karya. Dimana tiap kelompok ada dua siswa. Di UKK kali ini juga dihadiri ratusan orang tua dan guru SD Al Falah.
Diharapkan, dari kegiatan UKK ini, siswa memiliki sikap bernalar kritis sehingga bisa menjawab permasalahan di lingkungan sekitar. Kemudian siswa juga bisa menumbuhkan perekonomian sekitar. “Intinya bisa bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Danendra Alvaro, salah satu siswa peserta UKK mengenalkan inovasi Budikdamber Konsep Urban Framing. Apa itu? Penerapan budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember. Menurutnya ini bisa menjadi alternatif bagi dirinya, dan juga bisa orang lain, dalam mengembangkan budidaya ikan lele di perkotaan.
“Tidak perlu tempat yang luas. Cukup ember. Kemudian atasnya bisa dikasih tanaman kangkung,” ungkapnya.
Danendra bercerita, sebelumnya ide ini bermula jauh sebelum mengikuti UKK. Budikdamber merupakan hobinya di rumah. Awalnya hanya beberepa ekor lele di ember kecil. Ternyata ikan lele kuat dan bisa cepat besar. Akhirnya diganti ember yang besar. Untuk panen lelenya, kurang lebih butuh waktu 4 bulan. Sementara kangkungnya bisa dipanen dua minggu. Dalam satu ember besar, lelenya bisa mencapai 50 ekor.
“Mungkin kedepan mau dijual lelenya. Sementara ini di goreng sendiri,” terangnya. (Bagus)








