Produk Kerajinan Kulit Asal Kabupaten Mojokerto Tembus Pasar Nasional

Produk kerajinan kulit buatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Mojokerto mampu menembus pasar nasional.

Pelaku usaha kerajinan kulit merek Sadzily Style, Moh Rasyid Sadzily (57) kepada majalahnurani.com, Sabtu (13/7/2024) mengatakan, produk kerajinan kulit miliknya cukup beragam, antara lain berupa dompet, tas, jaket, dompet, sepatu, Sandal, sabuk, gantungan kunci dan lainnya.

Sejauh ini kerajinan kulit yang ia tekuni sejak tahun 2002 itu memang diminati pasar nasional, dengan pemasaran hingga luar jawa. Khusus untuk produk jaket kulit, Sadzily memang sudah lama menekuninya dengan kualitas ekspor.

“Banyak pembeli yang datang dari Bali, Sulawesi dan Sumatera, biasanya mereka membeli produk Jaket, dompet, dan tas,” ujarnya saat ditemui di rumahnya yang sekaligus sebagai tempat penjualan di Dusun Kedungbendo RT 04 RW 06 Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga  Gratis! Pemkot Mojokerto Sediakan Layanan Deteksi Kanker Leher Rahim

Dalam melakukan pemasaran, Sadzily mengaku juga melayani penjualan online melalui marketplace Shopee dengan nama toko Sadzily Style. Namun diakuinya banyak pembeli yang datang langsung ke rumahnya untuk memilih produk secara langsung. Biasanya pembeli ingin memastikan langsung keaslian bahan baku kulit yang digunakan.

Sadzily menceritakan, tahun 2002 ia masih menjadikan kerajinan kulit sebagai usaha sampingan, mengingat saat itu ia masih bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik di Mojokerto.

Namun sejak 2 tahun yang lalu, ia memilih resign sebagai karyawan dan total serius dalam usaha kerajinan kulit.

Keseriusannya perlahan membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Saat ini dalam sebulan mampu meraih omzet hingga Rp 15 jutaan.

“Sebulan sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” terangnya.

Baca juga  Upacara Hari Lahir Pancasila, Pemkot Mojokerto Tegaskan Semangat Persatuan dan Perdamaian

Ayah dari 3 anak ini menjamin semua produk kerajinan kulit miliknya memiliki kualitas bagus, awet dan dengan bahan baku kulit berkualitas ekspor. Untuk menjalankan usahanya, Sadzily dibantu oleh 3 orang karyawan, termasuk dirinya sendiri.

“Bahan baku 100 persen dari kulit sapi. Keunggulannya, bahannya ini kan kulit kualitas ekspor, jadi dijamin tidak ada yang imitasi, 100 persen dari kulit asli, awet dan kuat, terutama produk yang (pengerjaan) manual klasik sering digemari orang, jahitan tangan, tidak akan rusak dalam jangka panjang, (produk) ini kalau 5 tahun saja masih bertahan,” ungkapnya.

Sadzily tidak memungkiri ada kendala dalam pemasaran, terutama di tengah membanjirnya produk impor dari luar negeri yang harganya relatif murah.

“Sangat mengganggu sekali (pemasaran), sekarang kan marak barang dari luar negeri yang murah-murah tapi kan kualitasnya gitu aja, harapan saya impor dibatasi agar pengusaha lokal bisa jalan,” tegasnya.

Baca juga  1.200 Peserta Meriahkan Majapahit Heritage Fun Run 2026 di Mojokerto

Sadzily mengakui, produk kerajinan kulit miliknya memiliki kualitas ekspor, namun harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang bagus. Untuk dompet pria misalnya, dibanderol mulai Rp 80 ribu. Sedangkan untuk dompet wanita dijual dengan harga Rp 110 ribu sampai Rp 115 ribu.

Untuk sabuk harganya Rp 100 ribu, tas selempang harga mulai Rp 200 ribu, tas pinggang Rp 125 ribu, tas ransel wanita mulai Rp 500 ribu, tas ransel pria mulai Rp 700 ribu, dan handback harga mulai Rp 80 ribu.

Sedangkan untuk jaket kulit dibanderol mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta.

“Jaket mulai Rp 1 juta sampai Rp 1,2 juta, asli kulit,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *