BPS: Inflasi Jatim Oktober Sebesar 1,66 Persen

Inflasi year on year (y-on-y) Jawa Timur tercatat 1,66 persen pada Oktober 2024. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,37 di wilayah tersebut.

Sumenep mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,30 persen dengan IHK 108,97. Kota Kediri mengalami inflasi terendah, hanya 0,91 persen dengan IHK 105,54.

Kepala BPS Jatim, Zulkipli menjelaskan penyebab inflasi ini. “Kenaikan harga makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama,” ujarnya, dalam keterangan pers Ahad (2/11).

Sementara indeks pakaian dan alas kaki juga naik sebesar 1,68 persen. Kenaikan lainnya terjadi di kelompok perumahan dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,47 persen.

Baca juga  Praktik Jual Beli Lokasi Dapur MBG Terbongkar, BGN: Masyarakat Bisa Segera Lapor

“Kelompok perawatan pribadi mengalami lonjakan terbesar sebesar 7,04 persen. Kesehatan, pendidikan, dan rekreasi juga menyumbang kenaikan inflasi,” sambungnya.

Beberapa kelompok pengeluaran menunjukkan penurunan indeks, seperti transportasi dan komunikasi. Kedua kelompok ini masing-masing turun sebesar 0,30 persen.

Zulkipli menambahkan bahwa inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,15 persen. Inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 0,81 persen pada bulan yang sama.

Ia menekankan pentingnya pengawasan harga di sektor-sektor utama. Langkah ini diharapkan menjaga stabilitas inflasi di Jawa Timur. (Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *