Geliat Airlangga Sosialisasi Vaksin Baru, Melibatkan Organisasi Profesi

Geliat Airlangga sosialisasi pengenalan vaksin baru dengan melibatkan organisasi profesi pada Selasa (5/11) di Hotel Mercure Surabaya. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta offline maupun online. Diantaranya dari Dinas Kesehatan dari 8 Kabupaten Kota di Jawa Timur, IDI, IDAI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dokter spesialis anak dan akademisi Universitas Airlangga.

Program Focal Point Geliat Airlangga Prof Nyoman Anita Damayanti mengaku bahwa pengenalan vaksin baru ini melibatkan organisasi profesi. Didalam upaya imunisasi rutin ini, ujarnya, institusi pendidikan kita siap.

“Tidak perlu ragu melibatkan institusi pendidikan dalam mencapai tujuan. Ini sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini juga membuat masyarakat dan mahasiswa aware untuk imunisasi baru,” ujar Guru Besar FKM Unair ini dalam sambutan.

Baca juga  Wamenkes RI UNAIR, Dorong Kolaborasi dan Penguatan Riset Kesehatan

Dokter Gigi Sulvi Anggraeni, Dinkes Provinsi Jatim menambahkan, kegiatan pagi itu merupakan penguatan pengenalan vaksin baru ke stakeholder terkait.

“Jatim jadi PR untuk program imunisasi. Tiap tahun kita kejar kejaran dengan kejadian luar biasa. Kalau kita rutin dan lengkap imunisasi, maka KLB tidak ada,” ungkapnya.

Vaksin baru ini, papar drg Sulvi, untuk mereduksi kasus penyakit pneumonia, diare. Maka dari itu perlu ada imunisasi baru. “Tugas kita menggaungkan. Kita punya vaksin baru halal untuk mencegah penumoni dan diare. Kita kampanyekan ke masyarakat. Sebab anak yang tidak diimunisasi lengkap, maka mudah tertular penyakit, hingga kematian,” urainya.

Dokter Spesialis Anak RSUD DR Soetomo Surabaya Domi, menyebut ada beberapa vaksin baru di Indonesia. Yakni Vaksin Herpes Zoster, Vaksin Hepatitis A, Vaksin PCV, Vaksin HPV, Vaksin PCV 20 Valenci dan Vaksin Demam Tifoid.

Baca juga  ICTOH ke-11, Ajak Generasi Muda Jauhi Bahaya Rokok

Menurut dokter Domi ini membutuhkan kerjasama. Karena akan percuma jika vaksinnya tersedia tapi tidak digunakan. Untuk itu dia mengajak masyarakat jangan sampai anti vaksin.
“Selama ini penggunaan vaksin di beberapa daerah sudah bagus. Cakupannya bagus. Tapi juga masih ada daerah yang tertinggal soal vaksin. Ini yang perlu adanya kerjasama,” tegasnya. (Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *