Kemendag Optimis SIAL Interfood 2024 Tingkatkan Ekspor Produk UMKM

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Dr. Miftah Farid menyampaikan program strategis Kementerian Perdagangan untuk lima tahun ke depan. Tiga gagasan utama tersebut mencakup penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan ekspor UMKM.

“Penguatan pasar dalam negeri bertujuan untuk mendorong 270 juta konsumen Indonesia agar lebih mengonsumsi produk lokal, terutama dari sektor UMKM. Kementerian Perdagangan menyediakan berbagai sarana dan strategi agar UMKM dapat menjadi tuan rumah di pasar nasional,” ungkapnya dalam keterangan pers saat persiapan pembukaan SIAL Interfood 2024, Jumat (8/11) di Jakarta.

Dia menekankan pentingnya perluasan pasar ekspor, terutama ke pasar non-tradisional. Selain pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan ASEAN, Kementerian Perdagangan menargetkan negara-negara baru di Asia Selatan dan Amerika Latin sebagai peluang potensial. “Kami ingin memperluas pasar ekspor ke negara-negara yang sedang berkembang pesat, yang kami sebut sebagai ‘game changer’ dalam perdagangan global,” ujar Dr. Miftah. Menurutnya, standar hidup yang terus meningkat di kawasan-kawasan tersebut akan membuka peluang besar bagi produk Indonesia.

Baca juga  Sensus Ekonomi Digelar 15 Juni, Perusahaan Bisa Lapor Online

Program ketiga yang disorot adalah peningkatan ekspor dari sektor UMKM. Dr. Miftah menjelaskan bahwa UMKM perlu didukung agar dapat berinovasi dan beradaptasi dengan tren pasar global. Hal ini melibatkan pendekatan berbasis riset sosial dan teknologi cerdas untuk menciptakan produk yang kompetitif di pasar internasional. Saat ini, kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia masih tergolong rendah, hanya sekitar 6,9%. Dr. Miftah berharap angka ini bisa meningkat secara signifikan dengan dukungan dari berbagai pihak.

Selanjutnya Dr Miftah optimis bahwa pameran SIAL Interfood ke-25 Krista Exhibitions yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada 13–16 November 2024 bisa mengenalkan produk unggulan UMKM.

Sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, acara ini menampilkan inovasi di sektor makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran, kafe, dan bakery, dengan lebih dari 1.200 peserta, termasuk 150 UMKM dari berbagai daerah yang akan memperkenalkan produk unggulan mereka.

Baca juga  Praktik Jual Beli Lokasi Dapur MBG Terbongkar, BGN: Masyarakat Bisa Segera Lapor

Peserta pameran berasal dari lebih dari 25 negara, termasuk Thailand, Indonesia, Iran, Sri Lanka, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Mesir, Korea, Turki, Belarus, Taipei, Rusia, Jepang, Taiwan, China, Amerika Serikat, Georgia, Oman, Dubai (UAE), Italia, India, Swiss, dan Jerman.

“SIAL Interfood, sebagai pameran makanan dan minuman terbesar di Indonesia, diharapkan mampu menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar global. Dengan partisipasi yang meningkat dari para pelaku UMKM, acara ini menjadi platform strategis untuk mempromosikan produk-produk lokal yang potensial untuk diekspor,” sambungnya.

Ditegaskan bahwa pameran SIAL Interfood 2024 ini bisa mendorong peningkatan ekspor, terutama bagi produk-produk UMKM. “Kontribusi dari UMKM untuk ekspor masih di bawah 7%, sementara rata-rata kontribusi UMKM terhadap ekspor di negara-negara maju bisa mencapai 17% hingga 20%. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kami berharap angka ini bisa terus ditingkatkan,” tegasnya.

Baca juga  Purbaya Blak-blakan Ungkap 10 Perusahaan Manipulasi Ekspor Kelapa Sawit

“Melalui pameran ini, Kementerian Perdagangan berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional dan menguatkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di industri makanan dan minuman global,” pungkasnya lagi. (Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *