Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto semaksimal mungkin memberikan pendampingan mental dan spiritual bagi korban laka Laut dan keluarga.
Hal itu ditegaskan Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro dalam kegiatan Temu Media di Sabha Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Kamis (30/1/2025) sore.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Disdikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo, dan Plt Kadis Kominfo Kota Mojokerto Agung Moeljono S.
Moh Ali Kuncoro mengatakan, komitmen Pemkot Mojokerto dalam menangani musibah ini dapat terlihat dari bagaimana respon Pemkot Mojokerto yang mengerahkan seluruh OPD untuk melakukan pendampingan kepada keluarga korban.
“Kami mengawal rombongan yang selamat sampai tujuan, pada saya datang saya langsung memberikn penguatan mental keluarga, saya ingin memastikan secara psikologis mereka baik-baik saja,” tegas Mas Pj, sapaan akrabnya.
Mas Pj menjelaskan bahwa tragedi 4 siswa tenggelam di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025) itu akan menjadi catatan dalam perjalanan hidup bagi siswa SMPN 7. Tapi ia menekankan mereka harus bisa move on karena masa depan mereka masih panjang.
“Saya tegaskan ke Kadisdikbud dan Sekda untuk mengumpulkan kepala SD dan SMP se Kota Mojokerto, pertama agar melaksanakan tahlil di masing-masing satuan Pendidikan, dan sudah dimulai hari ini sampai 7 hari,” jelasnya.
“Kedua, saya minta tolong untuk melakukan pendampingan psikologis, khususnya siswa yang tenggelam dan selamat, ada 9 siswa, itu yang paling traumatis. Kita sudah gerakkan dinsos kesehatan untuk melakukan itu, termasuk koordinasi dengan Dinas Sosial dan saya perintahkan agar menggandeng Kemenag untuk memberikan penguatan secara spiritual,” tegas Mas Pj.
Lebih lanjut Mas Pj juga akan melibatkan psikolog dalam pendampingan mental.
“Jadi kita berupaya memberikan yang terbaik atas musibah ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, 257 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto menggelar outing class ke Yogyakarta. Namun pada saat di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, sebanyak 13 siswa berenang di pantai. Mereka terseret ombak dan tenggelam. Dari jumlah tersebut, 4 siswa diantaranya tidak berhasil selamat dan meninggal dunia. (Ym)






