Ulama Nahdlatul Ulama (NU) akan berdiskusi untuk penguatan visi misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Diskusi itu sebagai wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan para ulama dan kiai NU bakal memberikan pandangan terkait dengan Asta Cita.
“Menerjemahkan ini (Asta Cita) dalam kehidupan sehari-haŕi dari khususnya organisasi kemasyarakatan untuk bisa memahami dengan baik Asta Cita itu kemudian bisa diimplementasikan,” kata Gus Ipul, Sabtu (1/2/2025).
Secara garis besar, sejumlah ulama NU sejak dahulu telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan Bangsa Indonesia. Salah satu realisasinya yakni dengan melakukan sejumlah pendekatan agar angka para pengguna narkoba bisa ditekan. Langkah ini sesuai sejalan dengan Asta Cita ke-7.
Sementara itu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Profesor Ilmu Ushul Fiqih, Prof Moh Mukri mengatakan pendekatan yang telah dilakukan yakni secara agama, psikologi, dan sosial.
Menurutnya, pendekatan tersebut sengaja dilakukan karena orang yang mengalami kecanduan narkoba bisa meninggalkan ajaran agama. Sebab otaknya menjadi rusak dan jiwanya mengalami guncangan sehingga berpotensi kehilangan akal sehat.
“Karena bagaimanapun kita semua tahu, bahwa seberapa mahal harga narkoba akan dibeli oleh orang tersebut. Hal ini yang menjadikan pemborosan. Lebih dari itu kehormatan akan hilang, banyak sekali rumah tangga yang orang tuanya sukses, kariernya hebat di pelbagai posisi, tapi ternyata anaknya menjadi korban narkoba dikarenakan kesibukan orang tua,” ujar Prof Moh Mukri. (Ym)










