Menteri ESDM Bantah LPG 3 Kg Langka

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kelangkaan elpiji 3 kilogram di masyarakat.

“Jadi gini, memang saya ingin menyampaikan bahwa kelangkaan daripada elpiji (3 kg) itu sebenarnya enggak ada. Enggak ada. Kenapa? Karena semua kebutuhan dari tahun 2024 ke 2025, volumenya sama. Dan kami siapkan sekarang,” ujar Bahlil di Bogor, Ahad (2/2/2025).

Bahlil mengakui, saat ini ada perubahan pendistribusian elpiji 3 kg. Saat ini pengecer tidak boleh lagi menjual elpiji 3 kg.

Masyarakat yang ingin membeli elpiji 3 kg bisa langsung ke pangkalan resmi Pertamina.

Menurut Bahlul, pemerintah perlu bergerak untuk mengontrol harga elpiji 3 kg yang tiba-tiba naik. Sebab, ketika harga elpiji 3 kg yang beredar tiba-tiba naik, pemerintah lah yang tetap disalahkan.

Baca juga  Menko Zulkifli Targetkan 30 Ribu Kopdes Rampung 16 Agustus

“Yang naik ini, setelah dianalisa, berpotensi di tingkat bawah. Itulah kemudian kami berpikir bahwa harus masyarakat kita bagaimana mensosialisasikan ini, untuk ngambilnya jangan di pengecer, tapi di pangkalan,” kata Bahlil.

“Supaya apa? Harganya tidak mahal, harganya sesuai dengan apa yang diatur oleh pemerintah. Kan enggak enak kalau harganya tiba-tiba naik dari Rp 5.000, Rp 6.000, ke Rp 8.000. Kan pemerintah yang disalahin, padahal yang melakukan itu di tingkat paling bawah,” sambung dia.

Pemerintah ingin mengontrol mengenai pemakaian elipiji 3 kg.

Dia mencurigai ada orang-orang yang biasanya memakai 10-20 tabung dalam sebulan, tiba-tiba membeli sampai 60 tabung. “Ini kan penyalahgunaan terhadap elpiji subsidi. Kalau yang industri, saya menyarankan tolonglah beli lah elpiji yang harganya industri. Karena harga elpiji 30 kg yang disubsidi oleh negara, Rp 87 triliun itu, jangan disalahgunakan, jangan tidak tepat sasaran. Itu yang saya lakukan,” ucap Bahlil. (Ym)

Baca juga  Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *