Mendikdasmen Dorong Peningkatan Minat Baca

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa dalam membangun peradaban bangsa Indonesia maka semua pihak terkait harus mendorong peningkatan budaya baca.

“Peradaban suatu bangsa dan gerakan membangun peradaban pondasinya adalah membaca,” tuturnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2025, di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Mendikdasmen meyakini, bangsa yang cerdas itu memiliki kebiasaan membaca. Literasi membantu manusia untuk memahami dunia dengan lebih baik dan kritis, meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan yang lebih baik, serta membantu masyarakat dengan berbagi ilmu dan membangun perubahan positif.

Lebih lanjut, disampaikan Menteri Mu’ti bahwa literasi bukan sekadar melek aksara melainkan juga mencakup aktivitas untuk memahami apa yang dibaca dan menelaah berbagai hal sebagai bagian dari proses literasi yang terbuka.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Sejalan dengan itu, peningkatan budaya baca harus diiringi dengan ketersediaan bahan bacaan bermutu. Mendikdasmen menggarisbawahi pentingnya ketersediaan bahan bacaan dalam mengembangkan minat baca. “Ketersediaan bahan bacaan akan mendorong dan bersinergi dengan minat semangat membaca,” ucapnya.

Kemampuan membaca dan menulis dalam mengembangkan SDM yang berkualitas turut disoroti oleh Menteri Mu’ti. Tradisi membaca menurutnya juga menegaskan pentingnya tradisi menulis sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dan sangat memperkuat satu sama lain.

“Tidak ada bahan bacaan kalau tidak ada yang menulis dan tulisan (yang dihasilkan) itu harus memiliki makna yang mampu mencerahkan, menggerakkan, dan menginspirasi pembaca menjadi (pribadi) yang lebih baik,” jelasnya.

Mengingat pentingnya literasi bagi kemajuan bangsa, upaya bersama antar berbagai pihak perlu ditingkatkan. Untuk efektif dalam upaya peningkatan literasi, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non pemerintah, sektor swasta, dan komunitas. Setiap pemangku kepentingan memiliki peran dalam menciptakan program yang inovatif dan inklusif.

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Penyediaan bahan bacaan bermutu membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dengan demikian, minat baca generasi muda dapat tumbuh dan berkembang optimal. “Ini perlu kita dukung dengan sinergi seluruh masyarakat. Kemendikdasmen membuka keterlibatan dan partisipasi masyarakat agar apa yang kita lakukan menjadi bagian kerja sama dari kemitraan,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri, ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam membangun budaya baca dan kecakapan literasi untuk memajukan bangsa.

“Seberapapun dana yang Kita miliki, tidak akan berguna jika kita tidak bersinergi dengan masyarakat. Kita harus mencoba membuka diri dan melalukan berbagai langkah strategis agar budaya baca terbangun dengan baik,” imbuhnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *