Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Ungkap Kondisi Wisata di Pacet Pasca Musibah Longsor

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisbudporapar) Kabupaten Mojokerto mengakui kondisi tempat wisata, khsusunya di wilayah Pacet dan Trawas, mengalami lesu. Hal itu terjadi setelah musibah lonsor di jalur sendi yang menghubungkan Pacet-Batu hingga menwaskan 10 orang pada awal bulan April lalu.

“Yang jelas terdampak, karena kita melihat beberapa hari sebelum peristiwa (longsor), kami ada peningkatan luar biasa (kunjungan wisatawan), ada sekitar peningkatan 1 persen dari tahun lalu. Tetapi setelah satu hari kejadian itu langsung lesu, di hari Jumat, Sabtu Minggu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/4/2025) sore.

Untuk wisata yang terdampak, lanjut Norman, merupakan wisata yang berlokasi di Kecamatan Pacet dan Trawas.

Baca juga  Melihat Peternakan Unta di Mojokerto untuk Kurban dan Kebun Binatang

“Di wilayah Pacet dan juga di Trawas. Cuma yang paling terasa di Pacet. Itu di wisata yang dikelola kami,” paparnya.

Dampak itu terjadi bukan hanya wisata alam saja, namun wisata buatan hingga wisata kuliner juga ikut terdampak.

“Kalau wisata dari sisi yang lebih luas, bukan hanya wisata yang kami kelola, di area Sendi Pacet sangat terdampak, baik untuk wisata alam, wisata buatan maupun wisata kuliner,” imbuhnya.

Namun Norman memastikan tidak ada tempat wisata yang sampai tutup karena dampak dari musibah longsor tersebut. Ia menambahkan, pihaknya jauh-jauh hari mengirimkan surat edaran kepada pengelola wisata, khususnya yang berada di area tebing maupun aliran sungai, untuk mewaspadai bencana yang disebabkan Klimatologis, yaitu bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan cuaca, seperti banjir, maupun longsor.

Baca juga  Ketahanan Pangan, Pemkot Mojokerto Bagikan Bibit Cabai Gratis untuk Warga

“Kami mitigasi sebelum pelaksanaan lebaran, beberapa kami warning manakala hujan harus tutup, misalkan di Rustic Market Kemiri, itu di daerah sungai maka mereka sudah punya komitmen kalau hujan turun di atas maka mereka harus tutup,” terangnya.

“Itu kami kirimkan surat edaran kepada mereka untuk mewaspadai dengan klimatologi, salah satunya adalah menutup tempat wisata. Tidak ada tambahan SOP. Kita tegakkan saja aturan,” pungkasnya.

Norman akan terus memantau dan memastikan lagi kondisi wisata, khususnya di Pacet, seiring proses pembersihan jalur Pacet-Batu yang sempat lumpuh karena musibah longsor. (YM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *