Kemenag Ingatkan Matsama Tidak Jadi Ajang Perploncoan

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar mengingatkan bahwa pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang serentak di seluruh Indonesia dapat menjadi momen memberikan pengalaman bermakna dan tidak menjadi ajang perploncoan.

Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk iklim pembelajaran yang positif sejak hari pertama. Bukan hanya sebagai pengajar, guru madrasah juga berperan sebagai pendidik dan teladan akhlak bagi peserta didik, terutama bagi siswa baru yang tengah memasuki lingkungan pendidikan madrasah untuk pertama kalinya.

Baca juga  MUI Minta Unhan Klarifikasi Dugaan Larangan Hijab, Sebut Langgar Konstitusi

“Hari pertama masuk madrasah bukan hanya soal administrasi atau pengenalan gedung, tetapi kesempatan emas bagi guru dan tendik untuk membangun kedekatan, menumbuhkan kepercayaan, dan menanamkan nilai-nilai dasar seperti disiplin, akhlak, dan semangat belajar,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Thobib juga menegaskan agar seluruh guru dan kepala madrasah menjadikan Matsama sebagai ajang pembinaan karakter, bukan sekadar rutinitas tahunan. Kegiatan ini harus diarahkan untuk memperkuat orientasi pendidikan madrasah yang holistik: mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan spiritual siswa sejak awal.

“Saya mengingatkan agar Matsama tidak dijadikan ajang perploncoan atau praktik yang tidak mendidik. Sebaliknya, jadikanlah Matsama sebagai ruang penumbuhan karakter, solidaritas, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin,” sambungnya.

Baca juga  Kampung Literasi Gang Aufa Sambut Muktamar ke-35 NU

Kepada para guru, pria yang juga dosen di Pascasarjana UI ini juga menyampaikan pesan penting agar mereka mampu menjadi figur inspiratif di ruang kelas dan kehidupan siswa. Menurutnya, wajah pendidikan madrasah sangat ditentukan oleh keteladanan dan kualitas interaksi guru terhadap siswa.

“Guru adalah wajah pertama yang dilihat siswa saat memasuki dunia madrasah. Maka sambutlah mereka dengan senyum, semangat, dan penguatan nilai. Dari tangan guru yang berakhlak dan berintegritaslah lahir generasi madrasah yang unggul,” katanya.

Ia juga mendorong agar para guru dan tenaga kependidikan memanfaatkan momentum awal tahun pelajaran ini untuk menyegarkan semangat profesionalisme dan kolaborasi. Madrasah yang unggul hanya dapat diwujudkan melalui budaya kerja yang sehat, saling mendukung, dan terus belajar.

Baca juga  Waketum MUI Ajak Umat Tradisikan Baca Buku, Jangan Terlena Medsos

“Mari jadikan awal tahun pelajaran ini sebagai titik tolak membangun madrasah yang tidak hanya unggul dan berdaya saing global, tetapi juga membumi dalam nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Peran guru adalah kunci menuju cita-cita itu,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *