Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir (Tata) menolak rencana pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mau menguasai total wilayah Jalur Gaza.
Tata mengatakan rencana Israel memperburuk kondisi di Gaza dan mempersulit tercapainya solusi dua negara.
“Terkait rencana Israel untuk menguasai Gaza, Indonesia menolak keras rencana tersebut,” kata Tata, Jumat (8/8).
“Langkah ini akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza dan tidak sejalan dengan semangat komunitas internasional untuk menyelesaikan perang Gaza dan memulai kembali upaya penyelesaian konflik Palestina dan Israel melalui solusi dua negara,” tegasnya.
Solusi dua negara merupakan kerangka yang disepakati komunitas internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, mencakup pendirian dua negara yang hidup berdampingan, damai, saling menghormati, dan saling menghargai kedaulatan. (Bg)






